Travel Diary

Cara Berwisata Lebih Nyaman (For ADINDA AZZAHRA)

Kalau berbicara soal traveling saat ini tentu sudah menjadi bagian dari gaya hidup, traveling bukan lagi jadi milik dia yang memiliki banyak uang tapi milik semua orang. Dengan berkembangnya media informasi kita semakin tahu bahwa untuk bepergian tak perlu merogoh kocek terlalu dalam tapi cukup menyesuaikan dengan budget yang ada.

Jika kita perhatikan permintaan terhadap traveling cukup meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, hal ini bisa jadi terkait dengan peningkatan angka pengelolaan stres yang kurang baik. Menghilang sejenak dari rutinitas pekerjaan menjadi pilihan banyak orang untuk rejuvenating supaya bisa mengembalikan kondisi diri kembali fit. Umumnya orang orang bepergian 1-2 kali dalam setahun ke destinasi impian baik yang dekat maupun jauh.

 

Jumlah penduduk yang mengalami gangguan jiwa diperkirakan terus meningkat. Hal ini disebabkan karena seseorang tidak bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan suatu perubahan atau gejolak hidup. Apalagi di era serba modern ini, perubahan-perubahan terjadi sedemikian cepat, berbagai aspek seperti sosial ekonomi dan sosial politik yang tidak menentu serta kondisi lingkungan sosial yang semakin keras sehingga mengganggu dalam proses hidup dimasyarakat. Gangguan jiwa terjadi tidak hanya pada kalangan menengah kebawah sebagai dampak dari perubahan sosial ekonomi, tetapi juga kalangan menengah keatas yang disebabkan karena tidak mampu mengelola stress (Yosep, 2009).

 

Bagi para traveler yang bisa bepergian ke tempat yang jauh apalagi lintas benua sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa. Namun beberapa kendala saat kita berkunjung ke negara negara yang memiliki kultur jauh berbeda adalah culture gap yang terjadi dan membuat kita kadang kurang nyaman seperti sulitnya mencari makanan halal atau tempat ibadah yang kurang nyaman.

Melihat peluang tersebut maka diperkenalkanlah konsep Wisata Muslim atau dengan istilah lain Wisata Halal yang bisa menjadi solusi untuk mayoritas kaum muslim yang ingin merasa lebih nyaman selama bepergian. Bagi yang belum begitu familiar dengan istilah ini saya bedah sedikit mengenai konsep ini.

Pariwisata halal adalah “objek wisata atau aksi apa pun yang ada diperbolehkan menurut ajaran Islam untuk digunakan atau dilibatkan oleh umat Islam dalam industri pariwisata ”. Definisi tersebut menganggap hukum Islam (syariah) sebagai dasar untuk memberikan produk dan layanan pariwisata kepada pelanggan yang sasarannya kebanyakan Muslim, seperti Hotel Halal (sesuai syariah hotel), Resort Halal, Restoran Halal, dan Perjalanan Halal. Definisi mengklaim bahwa lokasi kegiatan tidak terbatas pada Negara Muslim. Oleh karena itu termasuk layanan dan produk yang dirancang untuk pelancong Muslim di negara-negara Muslim dan non-Muslim. Selanjutnya, definisi menganggap tujuan perjalanan tidak selalu religius tapi bisa jadi salah satu motivasi umum pariwisata (Battour dan Ismail, 2015).

 

Selain peningkatan kualitas dalam hal teknis (untuk meningkatkan kenyamanan para traveler selama bepergian), wisata muslim pun mempromosikan destinasi wisata yang sebelumnya tidak banyak  tersentuh wisatawan muslim, salah satunya Andalusia atau kita kenal sekarang sebagai Spanyol.

Pengalaman saya merasa terbelalak adalah saat melihat seorang Dian Pelangi bepergian satu waktu ke Eropa, awalnya saya pikir destinasi yang akan ditemui hanyalah destinasi biasa layaknya orang yang biasa bepergian ke Eropa. Tapi kemudian saya begitu kagum saat ternyata tempat yang dikunjungi adalah Istana Alhambra di Granada Spanyol, dimana keagungan dan kemahsyuran sejarah Islam terbungkus indah. Bagaimana kisah dan peninggalan para sultan dan orang terdahulu yang memberikan kita inspirasi mendalam dan pelajaran baru untuk dibawa pulang dan menjadi pecut untuk menjadi sosok muslim muslimah yang lebih baik.  Ada rasa yang berbeda saat kita berkunjung ke tempat wisata yang secara langsung terkoneksi dengan kita dan itu yang tidak bisa dicari di tempat lain. Rasanya hati ini sungguh bergetar tatkala membaca dan melihat keindahan istana Alhambra dan cerita dari Granada, tak terbayang jika satu saat bisa betul betul datang kesana. Insha allah saling mendoakan ya…hehe. Untuk membuktikan apa yang saya ceritakan saya sertakan beberapa foto Andalusia dari laman instagram Dian Pelangi dan Mezquita Granada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jadi…saya tak perlu banyak berkata lagi ya bagaimana pesona destinasi ini begitu mengunci hati. Dengan demikian pilihan untuk wisata halal dan rohani tidak terus terfokus pada Umrah dan Haji serta negara negara timur tengah, tapi juga pada banyak destinasi lain seperti Andalusia yang bisa jadi sebelumnya tak pernah terbayangkan bisa memberikan kita pengalaman luar biasa. Menurut saya pribadi destinasi dan cara baru ini bagaikan oase bagi kita para muslim yang ingin berwisata sekaligus “recharge” secara spriritual.

Selain Andalusia atau Spanyol, pergi ke negara negara di Eropa sebagai salah satu destinasi favorit pun dapat dibungkus dengan lebih nyaman lewat konsep Wisata Muslim ini. Anda mungkin ingin tahu atau berdialog dengan para muslimin di negara Eropa, berkunjung ke mesjid yang ada disana atau menyantap makanan halal ala mereka, selain tentu mengetahui budaya dan tempat wisata termahsyur disana.

Dengan potensi penduduk muslim di dunia yang mencapai hampir 1.4 milyar penduduk pada tahun 2015 seperti yang disebutkan dalam artikel di islamislami.com kita optimis bahwa Wisata Muslim akan berkembang dengan signifikan dan semoga ke depannya bisa memberikan kita pilihan wisata yang lebih beragam dengan tetap mengutamkaan kenyamanan kita selama perjalanan. Selain itu dengan Wisata Muslim kita bisa menciptakan pembaharuan dan perubahan bagi saudara muslim kita di negara negara minoritas muslim dengan berkunjung dan bersilaturahmi menjadi tamu mereka.

Dengan adanya konsep baru ini dalam pariwisata mengukuhkan dan menjadi penghargaan bagi kita sebagai umat muslim, dimana kenyamanan dan konsep hidup kita dihargai dan diutamakan saat kita bepergian baik ke negara negara muslim maupun non muslim. Dan hal ini semoga menjadi salah satu upaya kita mengikis islamophobic yang beberapa tahun ini ramai diperbincangkan.

Belum banyak sebetulnya tour dan travel yang mengadopsi konsep ini karena memang baru 2 tahun ini mulai hangat diperbincangkan oleh komunitas pariwisata. Baiknya jika memang ingin bepergian tanpa ribet pilihlah travel dan tour yang terpercaya serta berpengalaman. Buat saya rekomendasi pertama jika ingin bepergian tentu teringat pada Adinda Azzahra yang merupakan pelopor wisata muslim mancanegara. Untuk info lebih lanjut atau melihat produk dan jadwal silahkan klik di link yah.

 

Jadi mau kapan ke Andalusia?

 

Selamat traveling dengan bahagia.

 

Salam

 

 

 

 

Referensi

Battour, Mohamed dan Ismail, Mohd Nazari. 2015. Halal tourism: Concepts, practises, challenges and future. Egypt. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2211973615000987

Umat Indonesia. 2015. Data Penduduk Terkini, Pemeluk Agama Islam Di Dunia. https://islamislami.com/2015/11/27/26420/

Yosep, I, 2009, Keperawatan Jiwa, Edisi Revisi, Bandung : Revika Aditama

Photo :

Laman Instagram Dian Pelangi : https://www.instagram.com/dianpelangi/?hl=en

Laman Instagram Mezquita Granada : https://www.instagram.com/mezquitagranada/?hl=en

 

5 Comment

  1. Mudah-mudahan ada rezekinya biar bisa ikut jalan-jalan. Sama bener juga tempat asing belum tentu isinya asing juga hehe.,

    1. hihihi banget mil, kalau ada kesempatan harus banget ke Andalusia someday. semoga bisa ya…amin

  2. udah bikin passport dari taun kapan tapi belum kepake juga, huhu tp ada niat ada jalan ya teh.. semoga bisa mencicipi belahan dunia yang lain juga 😊

    1. Rejeki mah datang dari mana aja teh…mudah mudahan atuh bisa ke andalusia. Aku jug wishlist banget pengen liat Alhambra. kmrn ke Hagia Sophia udah pengen nangis aja apalagi ke Alhambra hehehe. semangaaaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *