Indomilk UHT Full Cream
Motherhood

Membesarkan Anak Juara

Satu hari saya pernah menemani anak saya bermain ke Mini Zoo di sebuah pusat perbelanjaan di Bandung, kebetulan ada dua anak lain yang sama sama sedang memberikan makanan kepada kelinci yang ada disana. Satu anak ditemani ibunya sedang asik bertanya banyak hal dan sang ibu dengan antusias menjawab

“Ma kenapa kelinci yang ini tidur”

“Oh kayaknya udah kenyang nak kelincinya makanya ngantuk, nih coba kasih wortel ke kelinci hitam yang ini aja”

Sepotong percakapan yang saya dengar dari duo ibu anak sebelah saya ini, sang ayah sedang asik mendokumentasikan kegiatan istri dan anaknya dari sisi lain kandang kelinci terbuka ini.

Di sisi lain ada seorang anak lain juga yang sedang asik memberikan wortel pada kelinci kelinci di kandang, bedanya dia sendirian. Penasaran saya coba perhatikan anak ini kemana orang tuanya berada, biasanya kalau orang tua tak bisa ikut ada pengasuh atau saudara yang menjaga tapi dia betul betul sendirian. Naluri keibuan saya mulai keluar, takut anaknya tersesat, saat hendak menyapa tiba tiba anak ini menghampiri seorang ibu dan bapak yang sedang asik bermain dengan ponselnya di kursi pinggir tempat kandang.

Saya gak sadar malah ada orang disana, anak tersebut mengeluh wortelnya sudah habis tersisa sayur hijau yang pendek dan dia takut untuk memberikannya pada kelinci. Ayahnya melirik sebentar dari layar ponselnya menggerutu pelan dan menyuruh anaknya untuk kembali bermain sementara sang ibu seperti berada di dunia lain tak sadar apa yang terjadi dan fokus pada layar handphonenya.

Anak tersebut akhirnya kembali ke kandang kelinci kembali memberi makan kelinci, berbeda dengan anak pertama yang aktif bertanya anak ini hanya memberikan makan sekenanya tanpa ada gurat kebahagiaan di wajahnya. Padahal Mini Zoo adalah satu satu sumber kebahagiaan besar buat anak saya dimana saya harus membeli berember ember sayuran potong yang harganya bisa untuk beli berkilo-kilo sayur yang sama di pasar hihi.

Hati saya begitu sedih melihat kejadian yang tak sengaja harus saya saksikan. Ada dua perbedaan besar dari dua tipe perlakukan orang tua terhadap anak, anak yang sering bermain di luar apalagi ditemani orang tuanya menunjukan keaktifan dan kecerian lebih dan terutama kreatifitasnya berkembang amat pesat. Sedangkan anak yang tak banyak beraktifitas di luar dan tak berinterkasi dengan orang tuanya cenderung pemurung, malu dan sungkan untuk sekedar bertanya.

Jangan sampai kala dewasa nanti, saat prestasi anaknya kalah gemilang guru dan anak yang disalahkan padahal orang terdekat yang seharusnya memberikan stimulan utama tak memberikan effort sama sekali. Bukankah semua anak adalah calon juara dan kita menginginkan anak mencapai potensi maksimalnya?

Saya selalu diingatkan suami bahwa yang paling mahal dan tak bisa dibeli di dunia ini adalah waktu, dan waktu saya bersama anak gak akan lama. Lima tahun awal kehidupannya adalah masa anak begitu lekat dengan mama papanya. Setelah anak memasuki masa sekolah, dia punya dunianya sendiri di sekolah. Teman teman dan kegiatan sekolah tentu akan membuat porsi waktu kita makin menyempit tapi saya selalu ingin anak saya ingat bahwa mama papanya adalah teman terbaik pertamanya.

Oleh karenanya sesibuk apapun kegiatan kami di setiap harinya, saya dan suami berkomitmen untuk memberikan waktu untuk anak secara disiplin. Biasanya di waktu lepas jam kerja dan weekend saya tak mau diganggu pekerjaan kecuali amat mendesak karena saya suka merasa bersalah setelah meninggalkan anak saya seharian di rumah masa saat waktu dia bersama orang tuanya masih saya harus potong dengan pekerjaan.

Salah satu kegiatan favorit anak saya adalah bermain di luar, gak perlu mahal kok yang penting ada area bermain sederhana seperti perosotan, ayunan dan teman temannya yang membuat anak betah bermain seharian. Dan tentu selalu harus ada saya dan papanya menemaninya bermain. Saya tahu kok mom memberikan waktu untuk anak bermain di luar itu sering membuat ibu khawatir, tapi disanalah kita memberikan anak waktu untuk belajar sendiri. Biarkan dia belajar berlari meskipun harus terjatuh supaya dia belajar sendiri untuk lebih berhati hati, tough love.

Saya juga bukan ibu sempurna kok kalau anak saya sudah bujil (bahasa sundanya keringat banyak sampai badan basah kuyup) saya suka kesal atau saat bajunya kotor. Atau saat dia menangis karena didorong temannya bermain, naluri keibuan saya langsung on untuk membela dan melindungi. Tapi kembali dia harus belajar menyelesaikan masalahnya sendiri dari tahapan terkecil dan saat bermain di luar adalah kesempatannya.

Jadi untuk itu saya memberikan lebih banyak waktu bermain di luar untuk anak, biarkan kaki mungilnya berlari di rumput hijau, biarkan badannya kena debu dan kotoran di luar atau keringatnya basah mengguyur sekujur tubuhnya demi banyak pengalaman dan pelajaran yang akan ia ingat hingga dewasa nanti.

Kenapa sih saya begitu concern terhadap kegiatannya di luar?

Karena aktif merupakan indikator dari seorang anak yang sehat, jadi biarkan anak bereksplorasi sesuka hati selama di bawah pengawasan orang tua, ingat lho #Aktifitusehat. Dan tentunya sebagai ibu millenial saya selalu berusaha keep up dengan informasi terbaru mengenai anak dan tumbuh kembangnya, salah satunya bagaimana memberikan nutrisi terbaik untuk anak supaya bisa menunjang semua aktifitasnya di luar.

Menginjak usia 4 tahun anak saya sudah mulai malu terlihat minum susu dengan dot saat bermain di luar padahal anaknya suka banget minum susu, demi mensiasatinya saya mencoba mengganti rutinitas minum susu anak dengan #IndomilkUHTKidsFullCream yang penuh gizi dan manfaat salah satunya tinggi kalsium, tanpa tambahan gula dan garam yang menjadikan anak menjadi sehat dan aktif dan tentu kemasannya praktis dan ekonomi

Selain anak merasa bangga karena sudah bisa minum susu kotak (ini anak saya sih haha) saya juga lega karena susu UHT punya banyak keunggulan beberapa diantaranya

Lebih segar dan alami

Komposisi gizinya masih terjaga dan lengkap

Rasanya lebih lezat dan disukai anak

Lebih praktis dan bebas repot

Tak Kalah Ekonomis

Sumber : http://nakita.grid.id/read/02908647/mengenal-5-kelebihan-susu-uht-untuk-anak-1-tahun-ke-atas-yang-jarang-diketahui?page=all

Sebetulnya Indomilk UHT ini sudah bisa diberikan untuk anak usia satu tahun ke atas malah sebetulnya lebih bagus dibanding bentuk susu lain karena bebas tambahan garam dan gula. Untuk para ibu yang sedang mempertimbangkan pilihan susu selepas ASI saya amat merekomendasikan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan jika mommies ingin mencoba susu #IndomilkUHTFullCream ini, pertama jangan lupa bahwa reaksi anak terhadap susu berbeda beda jadi silahkan perhatikan dengan seksama ya mommies. Dan kedua jangan lupa untuk menghabiskan langsung susu ini begitu kemasan dibuka, tapi jangan khawatir mom ukuran susu ini sangat menguntungkan karena sesuai untuk porsi minum susu anak sekali minum.

Jadi jangan terus keukeup anaknya di rumah ya buibu sekali kali biarkan dia keluar dan merasakan pengalaman berbagai kegiatan bermain di luar supaya kreatifitasnya pun ikut berkembang. Kali ini team work antara ibu dan ayah yang harus dikuatkan karena tugas menjaga dan mengasuh anak bukan milik ibu saja tapi kewajiban berdua.

 

 

Oia, untuk mama blogger di luar sana ada lomba blog berhadiah Total Rp15.000.000 lho dari Indomilk. Bagaimana cara ikut lomba blognya sila mampir ke https://mommyasia.id/7402.

Good luck mommy!

 

 

Salam sayang,

10 Comment

  1. Setuju..harus banyak ngajarin anak beraktifitas diluar ya teh..biar ga bosen dianya..beda ko nanti hasilnya kelihatan..btw foto fotonya bagus teh 🙂

    1. sama teh lebih praktis tinggal minum hihi. Makasi teh nesa hihi yang aku cerita iya pas di mini zoo pvj tapi kalau foto gak disana hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *