Milliader, Bill Gates, Warren Buffet
Personal

How To Make Yourself Self Made Billionaire In This Era

Creativity is the King. But self branding, networking and distribution is the King Kong -Ernanda Putra

Siapa sih yang gak kenal Nadiem dan Gojek?
Atau Kylie Jenner dan Kylie Cosmetic?

Bagaimana di masa kini usia muda bukan penghalang untuk meraih pencapaian gemilang di bidang bisnis. Hmmh tahu kan baru baru ini Kylie Jenner dinobatkan sebagai Self Made Billionaire oleh majalah Forbes di usia 21 tahun.

Umur 21 tahun kita lagi ngapain ya? Udah punya apa ya?

 

Tapi kamu tahu gak bahwa angka pertumbuhan wirausaha di Indonesia masih 3.1 % padahal rata rata di negara maju jumlah entrepreneur bisa mencapai lebih dari 14%.

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2018/04/05/17261391/jumlah-entrepreneur-di-indonesia-jauh-di-bawah-negara-maju-ini-kata-jokowi

Dibanding 10 tahun lalu memulai bisnis di masa kini terhitung lebih mudah. Jika mengingat masa lalu ada banyak hal yang harus dilakukan secara manual dan langsung oleh calon wirausaha seperti :

  • pembelian / sewa tempat usaha
  • setting display barang dan menata tempat usaha
  • stocking barang secara langsung ke tempat grosir atau reseller besar, rata-rata pembelian awal biasanya harus tunai setelah beberapa kali pembelian barulah kita bisa mendapatkan keringanan pembelian secara kredit berjangka. Biasanya maximal 30 hari, berarti ada target barang harus terjual supaya tagihan bisa terbayar.
  • pembelian hanya bisa dilakukan langsung di toko atau penjual menawarkan dan memperkenalkan barang langsung door to door sendiri atau melalui agen.

Mulai nostalgia dengan apa yang saya paparkan? atau jangan jangan kalian masih menggunakan metode yang sama?. Ada banyak lagi hal yang saat ini sudah mulai ditinggalkan pengusaha muda pemula dan mulai diikuti pengusaha lama meskipun tak sedikit yang masih bertahan dengan cara lama.

Banyak cerita manis pengusaha muda bisa meraup untung puluhan juta dengan bermodalkan satu akun sosial media. Wah serius nih? Pasti banyak pertanyaan berkecambuk di kepala kamu

“Bagaimana cara memulainya?”
“Apa yang harus dilakukan?”

Kali ini saya share pengalaman dan hasil obrolan dengan banyak wirausaha muda maupun wirausaha senior sukses mengenai tips sukses dan memulai menaklukan market di era digital seperti saat ini.

 

 

  • Jangan Gengsi

Kebanyakan orang malu terlihat memulai, atau terlihat kecil. Jadi peer pertama yang harus kalian lakukan adalah berperang dengan diri sendiri.

Bahwa dengan menyatakan kita menjual satu barang atau jasa di lingkungan terkecil seperti sosial media sendiri, bukan pertanda pekerjaan kita sedang bermasalah dan kita perlu tambahan biaya. Tak semua orang harus punya masalah dulu untuk melakukan sesuatu yang baru.

Bisa jadi kita adalah orang yang suka tantangan baru dan senang mencoba banyak hal yang menurut kita menarik. Salah satunya merambah bisnis berbasis digital.

 

Kamu tahu ga Axl pemilik snack super best selling Maicih sebelum masuk banyak supermarket dan mini market seperti sekarang dulu beliau menjual kripiknya dengan cara menitipkannya di toko toko di pusat perbelanjaan seperti Baltos.

Saya masih inget banget pertama kali nyoba keripik Maicih pake bungkusan plastik dari temen saya Ratna masa KKN tahun 2011an dan memang keripik ini pelopor penggunaan daun jeruk dalam keripik singkong pedas. Dan kemudian berlanjut menggunakan media twitter dan mobil. Dulu tahu dong gimana penasarannya orang beli keripik ini kaya hunting apaan via twitter hahahaa sepinter itu lho mas Axl upgrade value keripik singkong.

Modalnya satu selain tentu kreatifitasnya : gak gengsi.

Jadi mulai sekarang jangan malu untuk mulai share bisnis baru kamu.

 

  • Mulai dari apa yang kamu suka

Jika kamu sudah mulai punya kenyamanan dalam memulai, biasanya pertanyaan kedua yang mulai membuat keleyengan adalah bingung apa yang harus kita jual.

Saya senang memulai dengan coba memikirkan hal apa yang kita senangi.

Misal buat perempuan saat kamu sudah khatam dengan berbagai produk skincare Korea yang terkenal dengan 10 skincare step beserta kandungan setiap produk kenapa tidak kamu coba bantu teman teman kamu untuk mendapatkan produk skincare yang sesuai dengan kondisi kulitnya dan menghadirkannya langsung untuk temanmu dengan harga kompetitif?

Atau, untuk laki laki saat kamu begitu mengerti soal sepatu dan tahu kapan waktu terbaik untuk berbelanja atau tempat terlengkap dengan harga terbaik kenapa tidak kamu bantu temenmu mendapatkan sepatu impiannya? Siapa tahu dengan demikian menghadirkan usaha baru untuk kamu geluti padahal kamu amat menikmati melakukannya.

“Ah udah ada kok penjual besar dengan follower ratusan ribu dan sales ribuan tiap hari”

Saya selalu senang quotes bella hadid satu ini :

“There’s always enough place for everybody in this industry if we try”

Kalau kata ujaran banyak ustadz rejeki tak kan pernah tertukar. Fokuslah pada diri sendiri untuk memulai dan coba ambil value positif yang bisa kamu terapkan dari penjual yang kamu kagumi ketimbang merasa minder karena melihat mereka.

Race with yourself to be better not with others.

Contoh nyata salah satu perempuan modis yang saya jadikan super muse : Vivy Yusof!

 

 

  • Manfaatkan peluang

Inovasi dimulai dari masalah yang terjadi.

Sebagai seorang calon pengusaha cara lain untuk mengetahui apa yang bisa kamu jual adalah mengetahui masalah yang dihadapi calon konsumen kamu dan menghadirkan solusinya.

Contoh besar yang amat fenonemal adalah tentu Unicorn di masa kini, Go-Jek.
Dulu ada gak sih yang kepikiran bikin “aliansi” tukang ojeg berbasis teknologi yang bisa bantu kamu melakukan apapun dan memenuhi keinginan kamu dengan harga terjangkau dan bebas macet? Dan ternyata solusinya sesederhana memberdayakan tukang ojeg, dan semua menjadi mudah karenanya 🙂

Oleh karena mulai peka terhadap kondisi dan permasalahan sekitar. Seperti prinsip dasar ekonomi supply-demand, selama orang membutuhkan solusi yang kamu tawarkan akan selalu mengalir demand untuk kamu penuhi. Siapa tahu kamu bisa jadi The Next Nadiem di masa depan.

  • Tahu target market

Ini penting banget karena untuk membuat barang yang kita jual atau tawarkan bisa laku di pasar yang kamu bidik kamu harus tahu siapa saja calon pembeli potensial dan tentu daya beli mereka dan selera mereka.

Kamu ga akan bisa menawarkan jastip tas Hérmes dari butik Hérmes di Paris kepada calon konsumen mid class. Dan sebaliknya kamu tidak akan bisa menawarkan jastip tas high street brand kepada teman teman old money yang jumlah uangnya sudah mendekati infinity and beyond. Ini bukan patokan selalu seperti ini hanya gambaran bagaimana kamu mengambil hati konsumen dengan lebih peka terhadap selera, kebiasaan dan apa yang mereka suka.

Jadi untuk lebih memaksimalkan sales item yang sudah kamu pilih coba mengenali dan memilih target market yang sesuai dan coba bertahan disana.

There’s always people who needs something.

 

  • Mental baja

Satu hal yang selalu saya tekankan pada calon pengusaha yang ingin terjun di dunia wirausaha. Dunia wirausaha bukan tempat untuk orang cengeng yang gak bisa menghadapi penolakan dan kegagalan. Satu hal yang saya dan suami sepakati soal menjadi wirausaha

“Kita jangan cuma siap saat usaha kita maju, rame pembeli tapi juga harus bisa bertahan saat usaha kita lagi sepi atau sedihnya mungkin jatuh. Harus siap bangun lagi”

Saat usaha kita memberikan sinyal menguat kita harus siap managemen dan fisik supaya bisa memberikan pelayanan prima dan menjaga kepuasaan konsumen. Banyak lho usaha yang salesnya turun gara – gara tidak bisa jaga service atau kualitas saat sedang ramai pembeli.

Tapi kita harus lebih siap saat usaha kita menemukan titik jenuh atau bahkan amit amitnya menurun. Untuk itu kita harus selalu berinovasi berubah rupa siap menawarkan banyak hal baru kepada konsumen dan selalu menjaga kualitas dan kestabilan produk. Dan tentu saving dan investasi dengan benar, untuk bab ini nanti aku buatkan post terpisah ya.

Apalagi satu hal yang paling ditakuti semua pengusaha gagal dan gulung tikar. Tapi jika kemudian hal itu yang harus kamu hadapi saya cuma akan bilang satu hal

Keep Swimming-Dory

Satu kisah favorit saya (dan teman teman yang dekat saya tahu saya amat sering mengulang cerita ini) adalah kisah perjuangan Suichiro Honda tokoh di balik besarnya pabrikan mobil kesukaan semua orang, Honda. Jika kamu pernah gagal sekali dalam usaha lalu langsung tak percaya diri dan merasa gak punya harapan coba kamu baca bagaimana kisah Suichiro Honda berjuang selama hidupnya. Berapa kali beliau harus menerima pil pahit pabriknya harus hancur dan harus dibangun kembali dari nol. Jika beliau dulu berhenti, mungkin tidak akan ada pabrik sebesar Honda saat ini.

 

Cek kisah lengkapnya di sini.

 

  • Punya supplier terpercaya dan tempat berdagang efektif

Nah mumpung 2019 baru bergulir ke bulan kedua saya mau nantang kalian yang mampir dan baca tulisan saya, Yok wujudkan mimpi kamu tahun ini beranikan diri untuk memulai. Apa Resolusi Bisnis 2019 kamu?

 

Kali ini saya mau bantu teman teman mewujudkan Resolusi Bisnis 2019 kalian, buat teman teman yang masih bingung cari supplier terpercaya, tempat belanja grosir online apalagi untuk yang baru mau memulai #IniSaatnya tahu Ralali.com, yang membuat Bisnis Itu Gampang. Ralali.com mempermudah pengusaha menyuplai berbagai kebutuhan usaha secara online dari berbagai supplier terpercaya, untuk membantu mewujudkan resolusi kamu memulai usaha.

Kenapa sih harus Ralali?

Karena Ralali adalah one stop place dimana kamu bisa mendapatkan calon supplier dan konsumen sekaligus. Di sini adalah tempat berkumpulnya B2B marketplace, distributor online dan tentu pusat grosir online. Selain itu Ralali menyediakan berbagai produk dari berbagai kategori usaha, bahkan yang biasanya sulit kamu temukan termasuk usaha kuliner, kebutuhan kantor, konstruksi & arsitektur, otomotif, dan berbagai kategori usaha lainya tersedia dan dapat disuplai dengan mudah melalui Ralali.com. Dan yang utama transaksi kamu aman dari modus penipuan dan tentu ada banyak program dan promo.

Jadi Ssssttt saya cuma share hal hal terbaik sama pembaca blog saya, yuk mulai resolusi bisnis kita di 2019 ini bersama Ralali, mempermudah semua proses usaha kamu.

Nah selamat memulai genks, Siapa tahu di tahun – tahun mendatang kita akan bertemu lagi dalam list pengusaha sukses 30 under 30 atau mungkin untuk saya 30 after 30 haha semoga masih ada harapan.

See you on top!

Love,

14 Comment

  1. Aku sih selalu kalah sebelum berperang selalu zyper kalo mau mulai jadinya yah ga mulai2 jualannya. Keduluan temenlah. Giliran ak mulai up jualan disangka ngerusak pasar *ehh curcol hehe kudunya dikuatkan lagi mentalnya biar jd mental baja super

  2. setelah lama vacum, sepertinya aku juga rindu dunia bisnis huhuuhu udah waktunya kembali ke dunia asal nih. makasih artikelnya ngenbantu banget semangat aku balik lagi. luv luv dari sarijadi

  3. Aku inget banget awal2 maicih jualan yang pake agen nongkrong di mobil..kalo mau beli maicih harus stalking twitter nya dulu buat cari info nongkrong dimana dan jam berapa..unik banget sih bikin penasaran..skrg udah sukses bgt ya di setiap supermarket ada..

  4. Jadi inget bisnisku yg lama ga tersentuh teeh:””” kusuka banget quotesnya… Selama kita mau coba selalu ada space buat kita 🙂 makasih ilmunya teh belajar banyak tentang mental berbisnis sih..
    Teh bikin artikel bedanya jualan ama bisnis doong…

  5. satu hal yang pasti dalam usaha, kita harus mampu mengelola permodalan dengan baik. Aku belum mencoba lagi untuk usaha mandiri

  6. Teteh favoritku. Aku sangat suka baca semuanya sampai akhir dan cerita semuanya bikin terketuk banget, kalo apa yang kita jalanin harus terus konsisten walaupun d tengah perjalanan pasti ada rasa jenuh. Tengkyu for sharing this article 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *