Personal Semua Kategori

Kartini

Tepat hari kamis lalu tanggal 21 April, hampir semua linimasa media sosial saya dipenuhi dengan potret perempuan bersanggul yang akrab dengan emansipasi perempuan disertai dengan kutipan kata kata yang pernah beliau ujarkan dalam goresan penanya.

Nama beliau Kartini.

Tentu bukan nama yang asing untuk setiap perempuan dan laki laki yang hidup di republik ini. Pada hari lahirnya seorang Kartini semua orang bergembira memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada perempuan di penjuru negeri. Beberapa instansi bahkan larut dalam euphoria dengan menggunakan kembali kebaya dan baju khas daerah bagi laki laki sebagai bentuk penghargaan untuk Kartini.

Ada tanya dalam benak saya. Lalu apa yang perempuan Indonesia  betul betul dapatkan dari hasil surat surat Kartini?

Beruntung saya bisa membaca kisah hidup Kartini dari sudut pandang seorang penulis besar Indonesia. Ya dialah Pramoedya Ananta Toer, dan saya senang beliau kemudian menulis biografi seorang kartini dalam goresan pena miliknya setelah bertarung mengumpulkan bukti sejarah selama 5 tahun lamanya.

Apa yang sebetulnya seorang kartini perjuangkan?

Jawabannya mungkin sangat sederhana :

Kebebasan perempuan dalam memilih jalan hidupnya.

Menurut saya pribadi dalam milenium terakhir, kita memang sudah terbebas dari belenggu kekakuan zaman terhadap perempuan tapi belum sepenuhnya terbebas dari kekakuan pikiran dalam menghadapi pilihan hidup perempuan yang beragam.

Mungkin kita sudah bangga bisa duduk dalam bangku yang sama dengan anak laki laki tanpa harus berjuang seperti Kartini. Tapi lebih jauh dari itu sebetulnya perempuan Indonesia modern memiliki perjuangannya sendiri. Perempuan masih terbelenggu akan pilihan yang menurut masyarakat harus dia pilih.

Berapa banyak perempuan berusia matang yang harus memilih menikah padahal sebetulnya mereka menikmati hidup sendiri tanpa bermaksud egois akan kesendiriannya atau bermaksud menjadi terlalu pemilih?

Berapa banyak perempuan yang harus mengalah tidak meneruskan pendidikannya setelah lulus sarjana karena takut tidak ada laki laki yang ingin menikahinya?

Berapa banyak perempuan yang kemudian harus diam di rumah dan mengasuh buah hatinya saat panggilan jiwanya adalah mengubah dunia?

Kalau memang betul kita sudah tidak terbelenggu tembok tebal dan tradisi yang mengikat maka tanyakan pada hati nurani apakah betul hidup yang kamu jalani adalah jalan yang kamu ingini?

Apakah dengan mendengarkan dunia maka hidup kamu akan lebih berarti?

Kisah hidup kartini seyogyanya diingat tidak melulu dari sudut pandang domestik rumah seperti dia adalah gadis pingitan lalu dinikahkan secara paksa lalu melahirkan lalu mati. Coba singkirkan kenangan itu dan
alihkan pikiran pada bagaimana cara Kartini melawan itu semua, melawan kesepian karena pingitan, melawan arus kekuasaan besar penjajahan dari dinding tebal kotak penjara Kabupaten yang menyekapnya bertahun tahun sesuai ujaran Pramoedya Ananta Toer dalam biografinya.

Cobalah untuk adil sedari dalam pikiran.

Berhentilah untuk mempertanyakan pilihan berbeda dalam setiap langkah perempuan dan menghormati setiap pilihan jalan hidupnya. Untuk tidak membelenggunya dengan pilihan yang “benar” sehingga dia bisa berkarya dengan caranya dan menjadi bunga kenangan kehidupan akan eksistensinya.

Karena percayalah setiap perempuan tahu setiap arah jalan pulang.

image

Dengan penuh cinta kasih untuk seluruh perempuan Indonesia

IMG_8557

2 Comment

  1. Bagus banget neng eci, bangga bgt bisa kenal sama personal yang begitu hangat dan menyenangkan, ramah dan memukau, apalagi setelah baca banyak tulisan di blog ini, asli keren sekali, inspiring sekali, dan membuat sirik saya yang hanya berkeliling dengan kesibukan tanpa tulisan, kiranya tulisan santay tpi menarik hati ini jauh lebih mengADEMkan pikiran ketimbang suatu hal yang ilmiah, good job sweety sukses selalu, sekali lagi congrats keren bangt!!!

    1. Makasi banyak teteh for all the sweet word, bikin aku makin semangat. Bahagia banget dikasih apresiasi sama salah satu inspirator aku. Much love buat teteh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *