foto newborn
Motherhood

Pengalaman Sesi Foto Newborn di Rumah

Meskipun anakku udah dua tapi ini adalah kali pertama aku coba foto newborn dengan bantuan fotografer profesional di rumah. Saat Freya baru lahir belum ada fotografer newborn di Bandung yang bisa datang ke rumah di Garut, atau mungkin akunya kurang gaul hehe…

Saat itu kebanyakan fotografer Newborn ada di Jakarta, bisa juga sebetulnya dipanggil ke Garut tapi mereka rata rata ga terima karena kasian uang akomodasi lebih mahal dari biaya foto, kecuali aku mau sesi foto di Jakarta. Bawa bayi merah pergi jauh kebayang ga sih riskan dan rentannya plus kita pun belum begitu pulih.

Oleh karenanya saat Freya, aku baru bisa ambil foto saat usianya sekitar 3 bulan di studio foto di Bandung. Jujur agak repot foto anak bayi di studio apalagi masih sekecil itu. Tapi alhamdulilah hasilnya worth the effort.

Oia untuk teman teman daerah Jakarta rekomendasi fotografer newborn yang aku tahu dan kebetulan teman teman sendiri pernah coba juga ada Rittarajagukguk enaknya sama mba Ritta beliau setnya itu size orang dewasa jadi selain foto bayi dan kaka bisa juga foto sama orang tuanya sekalian. Selain itu yang ada juga Amore Baby Potraits (ini yang saya tahu aja ya hehe).

Oke kembali ke topik, fast forward 5 tahun kemudian saat persiapan kelahiran Mikayla alhamdulilah ternyata mulai banyak fotografer yang menspesialisasikan diri untuk mengambil foto bayi baru lahir di daerah Bandung.

Beberapa diantaranya yang aku tahu Sagira Pictures dan Adeisphotorock (kebetulan kalau kang Ade guru les bahasa inggris saya pas zaman kuliah hehe) based Bandung ya jadi untuk wilayah priangan kayaknya masih memungkinkan kalau pengen foto di rumah.

Sedikit cerita untuk pengambilan foto newborn ini ga boleh sembarangan, kebanyakan ambil pelatihan khusus dan sertifikasi. Nah setelah berbagai pertimbangan akhirnya aku ambil untuk kerjasama dengan Sagira Pictures, salah satu pertimbangan utama karena beberapa teman yang rumahnya terhitung dekat pernah bekerja sama dengan Sagira. Jadi mikirnya mudah mudahan jadi lebih tahu medan dan ga perlu banyak penyesuaian.

Untuk appoinment dengan pihak Sagira kita sebaiknya book dari 1-2 bulan sebelum HPL memastikan kita dapat jadwal. Nanti setelah melahirkan kita bisa komunikasi dan konfirmasi ulang untuk kemudian dapat jadwal foto. Foto newborn hanya bisa dilakukan di usia bayi baru lahir sampai maksimal 14 hari. Makanya kenapa aku bilang bookingnya sebaiknya dari jauh jauh hari karena kesempatan foto gak lama.

Pengalamanku di masa kelahiran Mikayla sudah mulai banyak orang yang melirik profesi ini bahkan suvenir lahiran dari rumah sakit pun menyertakan foto newborn seperti ini. Malah dari pihak fotografernya menawarkan untuk sesi foto di rumah. Wah tau gitu aku sekalian aja minta sesi di rumkit supaya ga repot di rumah. Masukanku kalian boleh cek juga fasilitas di rumah sakit siapa tahu sama seperti rumah sakit tempat aku melahirkan punya jasa foto newborn.

Kembali ke cerita akhirnya setelah melahirkan saya berkomunikasi lagi dengan pihak Sagira. Beberapa hari kemudian saya mendapatkan jadwal foto. Oia sebelumnya saya juga memilih tema yang sudah disiapkan oleh pihak Sagira untuk nantinya dieksekusi

Di hari H pihak Sagira langsung menuju alamat rumah yang kita berikan, jadi kita cuma tinggal menunggu kedatangan tim di rumah. Timnya terdiri dari stylist (bidan) dan fotografer. Saat datang semua property dan mini studio sudah kita hanya perlu menyiapkan stock susu dalam dot (ASIP maupun sufor) kalau kalau bayi terbangun atau lapar.

Proses pengambilan foto dilakukan dengan cepat, lembut dan terutama silent karena posisi bayi tertidur selama foto. Durasinya kurang lebih 2 jam hingga selesai, selama proses foto jangan khawatir anak masuk angin ada heater yang bisa menjaga suhu ruangan tetap hangat meskipun kostum bayi agak terbuka (kebetulan Mika punya tema bikini hehe) dan Shuser supaya bayi tetap tenang selama proses.

Setelah selesai bayi dikembalikan dan pihak vendor kembali membereskan set yang tadi sudah dibuat. Oia semuanya higienis dan steril, bahkan saat sebelum masa pandemi pihak vendor memakai masker selama proses, cuci tangan sebelum menggendong bayi dan rutin pake sanitizer. Untuk masa pandemi biasanya mereka rutin melakukan rapid test. Tapi kembali ya buibu karena masa pandemi adalah kondisi luar biasa pertimbangan untuk keamanan bayi diserahkan ke orang tua bagaimana baiknya.

Alhamdulilah semua proses berjalan lancar dan smooth, yang jadi tantangan hanya saat ingin foto adek sama kaka. Karena kaka itu cenderung masih pemalu dengan orang baru sehingga terjadi drama berderai air mata sebelum akhirnya bisa melakukan foto. Dan inilah hasilnya.

Semoga tulisan aku membantu teman teman yang sedang merencanakan atau mempertimbangkan untuk foto newborn.

Thanks for reading. Salam sayang,

8 Comment

    1. Hahahahaha gemes ya…insha allah teh soalnya kaau newborn photografer harus punya sertifikat sblm bs ambil job hehe

    1. Hihi banget…newborn photo unik karena posenya tapi pas udah gedean juga tetep gemesin kok buat capture moment anak pas bayi hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *