Kemenkes RI
Personal

Kesetaraan Gender Dalam Dunia Kesehatan, Perlukah?

Hari Sabtu ini tanggal 22 Desember saya berkesempatan bertemu dengan teman teman dari Kementrian Kesehatan dalam rangka Hari Ibu, sharing banyak topik yang krusial dalam dunia kesehatan saat ini. Bertempat di Hotel Savoy Homann Bandung bersama 29 teman teman blogger lainnya.

 

 

Hadir di acara Kemenkes bersama Bunda Intan, Kang Dzul, Teh Shanty dan Ambu

 

Topik pertama yang kita bahas dan amat mencuri perhatian adalah mengenai sosial media, bagaimana dengan pesatnya perkembangan pengguna internet di Indonesia memberikan kesempatan besar pula kepada banyak oknum untuk menyebarkan hoax hoax yang tidak bertanggung jawab.

 

Bpk Indra Rizon
Kepala Bagian Hubungan Media Dan Lembaga Kemenkes RI

 

Dan kesehatan merupakan konten terbanyak ketiga setelah politik, dengannya diperlukan penyeimbang informasi positif dan tepat yang bisa membantu masyarakat terbebas dari keresahan dan kekhawatiran. Dan begitu senangnya blogger menjadi salah satu rekan Kemenkes untuk menyebarkan informasi bermanfaat bagi masyarakat terkait kesehatan. Teman teman bisa follow aku media sosial kemenkes di instagram, twitter maupun facebook bisa kamu klik masing masing ya, twitter : @KemenkesRI Instagram @Kemenkes_RI dan saluran informasi terbaru dari kemenkes yang bisa kamu streaming yaitu @radiokesehatan sumber informasi terpercaya untuk isu kesehatan.

 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI
drg. Widyawati, MKM

 

Selain sumber yang terpercaya tentu kita sebagai pengguna perlu selalu bijak dalam bermedia sosial apalagi sekarang ada aturan jelas yaitu UU ITE. Selalu ingat prinsip sederhana dalam sharing informasi, SARING SEBELUM SHARING. Menyebarkan informasi pertama kali tentu menjadi kebanggan tapi alangkah baiknya jika berita yang kita sebarkan telah teruji kebenarannya.

Selain konten yang beredar tentu penggunaan gadget pada anak menjadi sorotan, Tahukah kamu bahwa saat ini banyak anak yang terkena adiksi gadget dan pornografi pada waktu yang bersamaan? Ada beberapa kasus yang dipaparkan dari pemateri, pertama saat satu anak dijauhkan sebentar saja dari gadget mereka langsung marah dan gusar sampai membenturkan kepala ke tembok. Kasus kedua ada seorang anak yang adiksi pornorafi dan baru ketahuan karena gurunya curiga melihat cara jalan si anak yang aneh, ternyata setelah diselidiki sang anak sudah sangat kecanduan pornografi hingga alat vitalnya lecet dan sempat mensodomi 6 teman lainnya.

Adiksi Pornografi terbagi pada dua kategori adiksi ringan menyebabkan korban ingin terus menonton konten pornografi sedangkan adiksi berat membuat korban ingin melakukan apa yang mereka lihat.

Begitu menyeramkannya kasus yang terjadi, dan catatan ini adalah kasus yang muncul dan tercatat, bagaikan gunung es kita tidak tahu seberapa banyak kasus lain yang mungkin terjadi. Sebagai orang tua proteksi pertama datang dari orang tua bagaimana pengawasan jam malam, intensitas penggunaan gadget, apa saja yang anak kita dapatkan dari media sosial. Karena Adiksi Prnografi lebih berbahaya dari Adiksi Narkoba sekalipun karena tidak saja merusak diri sendiri tapi orang lain.

Topik kedua yang mengudara siang ini adalah mengenai kesetaraan gender. Waaah apa hubungannya seketaraan Gender dengan dunia kesehatan?

Sebelum ngobrol lebih jauh saya ingin menyamakan persepsi dahulu karena banyak orang salah kaprah mengartikan maksud dari kesetaraan gender ini.

Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI
dr. Eni Gustina, MPH

 

Jenis kelamin atau Sex berhubungan dengan perbedaan kondisi biologis antara pria dan perempuan, sehingga sangat logis saat perempuan dituntut untuk melakukan beban pekerjaan fisik seberat yang dilakukan laki laki tentu merasa kewalahan meskipun ada sebagian peremuan yang sebenarnya mampu melakukan. Karena ini adalah hal natural dan kodrati yang tak bisa dilawan meskipun mungkin tidak menuntut kemungkinan ada perempuan yang punya kemampuan fisik hampir menyamai laki laki.

Sedangkan topik gender yang kita bicarakan adalah hak yang dikaitkan dengan peran dan tanggung jawab yang ditentukan nilai nilai sosial budaya yang berkembang dalam masyarakat.

Seperti yang saya ingat saat menonton sebuah wawancara yangh dilakukan Priyanka Chopra yang kebetulan membahas isu yang sama.

“Kesetaraaan gender bukan membahas tentang hal yang harus perempuan lakukan untuk menyamai kemampuan laki laki karena tentu secara biologis kondisi fisik kita berbeda tapi akses dan hak yang harus bisa disamakan antara laki laki dan perempuan. Bahwa ada cukup kesempatan yang bisa diberikan. Saat seorang pria bisa menjadi CEO satu perusaahaan saat berusia 30 tahun dan orang orang tidak bertanya kenapa maka jangan tanyakan keputusan seorang perempuan yang menjadi CEO di usia 30 dan belum menikah’

Mengapa kesadaran akan kesetaraan gender ini penting, karena ternyata banyak masalah kesehatan yang terjadi akibat isu ini, beberapa diantaranya

Pernikahan di usia amat muda

Kehamilan tidak diinginkan atau Hamil terlalu sering

Kematian ibu dan anak yang begitu tinggi

Kurangnya gizi pada anak yang menyebabkan stunting.

Sunat pada anak perempuan

Logikanya usia pertumbuhan terjadi dari masa saat memasuki tahapan janin hingga usia 18 tahun, di masa tersebut tubuh terus berproses untuk tumbuh dan berkembang termasuk perkembangan rahim. Di saat seorang perempuan menikah di usia yang sangat muda rahim yang masih berkembang dipaksa harus siap untuk ditempeli janin menyebabkan keguguran dan pendarahan sehingga angka kematian ibu begitu tinggi.

Selain itu asupan nutrisi terbagi dua karena sang ibu masih dalam tahap perkembangan sehingga nutrisi yang seharusnya optimal untuk bayi terbagi dua. Angka penelitian menunjukan bahwa bayi yang lahir dari Ibu di bawah 20 tahun mengalami resiko cacat lebih besar.

dr Indah Kusumaningrum (@indahkus)
Dokter, Influencer dan Penyanyi.

Oleh karenanya Kemenkes bekerjasama dengan Kemenag di seluruh Provinsi mengatur usia minimal pernikahan dan memberikan konseling sebelum pernikahan kepada calon pengantin dalam upaya meminimalisir pernikahan di usia terlalu muda di Indonesia. Namun ternyata Konseling Pra Nikah ini baru dilaksanakan di wilayah DKI Jakarta, semoga saja di tahun mendatang akan banyak Provinsi lain menyusul memberlakukan hal yang sama. Karena bukan tidak boleh menikah di usia sangat muda tapi jika direncakana tentu lebih baik.

Satu hal lain yang begitu menyita perhatian saya adalah sunat bayi perempuan, karena jujur saya melakukannya saat dulu anak saya bayi karena murni ketidaktahuan. Jika menilik sejarak Sunat Perempuan berasalh dari Mesir dimana mereka memotong bagian vital pada perempuan supaya tidak bisa merasakan orgasme, karena saat itu memang perempuan dijadikan komoditi. Kemudian Sunat Perempuan ini diadopsi di sini, banyak bidan yang malah belajar sunat bayi perempuan ini ke paraji atau dukun beranak. Pada kasus ekstrem di beberapa daerah bagian sensitif anak perempuan betul betul dipotong bukan sekedar dicungkil.

Pada Tahun 2013 keluarlah hasil riset yang menyebutkan bahwa Sebanyak 46% (sekitar 23 juta) anak Indonesia dilakukan sunat perempuan. Hasil riset ini tentu menggemparkan dunia internasional yang menganggapnya sebagai kekerasan terhadap anak, oleh karenanya pada tahun 2016 IBI mengadakan konferensi yang ditandatangani oleh sekitar 250 Bidan yang datang saat itu yang menyatakan bahwa Sunat anak perempuan dilarang karena tidak memberikan fungsi kesehatan. Oleh karenanya boleh diingat ya teman teman yang masih galau jika membahas sunat pada bayi perempuan bahwa memang sekarang praktik ini sudah dilarang di Indonesia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat
Dinkes Kota Bandung
dr. Hj. Henny Rahayu Ningtyas, MKM

Selain membahas banyak isu kesehatan nasional, kita pun disuguhi banyak program apa saja yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung diantaranya

KEKASIH JUARA dengan atribut pinknya yang memberikan solusi kepada warga Kota Bandung untuk berkeluh kesah baik secara langsung maupun online. Kolaborasi dengan LSM untuk pembinaan anak jalanan. Pembentukan kelompok sebaya seperti SAGARA (Sahabat Garuda Andir Beraksi) saya hanya berharap dengan terpilihnya Kang Emil sebagai Gubernur bisa mmebuat program program keren yang dimiliki Dinkes Kota Bandung bisa mulai diadopsi di seluruh Kota Kabupaten di seluruh wilayah Jawa Barat.

Selain topik kesehatan di hari Sabtu ini saya berkesempatan ikut workshop menulis bersama kang Away dan acaranya super seru mengenai mind mapping dan flash blogging. Kebayang gak saat biasanya saya menulis berjam jam tiba tiba dituntut harus menulis dalam waktu 45 menit langsung post dengan segala foto dan konten pendukung. Alamaaaak hahahha cuma bisa ketawa, meskipun hasil tulisan saya waktu itu berantakan (tulisan ini kalau kamu baca pertama kali post) dan saya begtiu berterima kasih sama banyak teman teman blogger senior, Blogger Crony yang ngajakin saya dan tentu Kang Away yang memberikan ilmu yang amat bermanfaat kalau kamu ngeh sekarang tulisan saya mulai dari kiri karena mas Away yang kritisi katanya kalau dari tengah kaya credit tittle film wkwk. Well doakan ya semoga saya bisa terus berproses menjadi penulis yang lebih baik.

Begitu seru ternyata kegiatan hari ini, jujur saya begitu terisi dengan banyak ilmu, dan terpanggil sebagai apoteker yang merangkap apoteker memberikan banyak tulisan bermanfaat mengenai kesehatan. Semoga bisa segera terwujud ya teman teman.

Sampai bertemu di acara seru lainnya ya.

Salam,

 

32 Comment

  1. Temanya sangat2 bermanfaat.. kalo ga salah waktu kecil saya pun disunat deh kalo denger cerita mama..dan ternyata saya baru tau sekarang fungsi sunat perempuam dan dampaknya hmmm nice share teh

  2. Pembahasannya bagus banget ya teh, aku bener-bener kebantu sama tulisannya. Terutama tentang sunat perempuan, ini rusuh banget keluarga pas aku pnya baby girl. Flash bloggingnya seru yaa pasti

    1. Waaa makasi banyak teh apresiasiny. Berkat workshop kang away wkwk.

      Akupun baru tahu teh sepertinya sosialisasinya belum maksimal. Tapi alhamdulilah sekarang blogger ikut terlibat menyampaikan ke masyarakat hehe

  3. Dukung banget sama kesetaraan gender. Semua punya hak yang sama dalam pekerjaan. Kadang aku suka sedih lihat masih banyak yang merendahkan perempuan nggak bisa dapetin posisi tinggi dalam jabatan kerjaannya.

    1. Betul teh, banyak kali perempuan direndahkan karena basically menjadi perempuan ._.

      Makanya kemarin senang banget Kemenkes mengangkat tema ini untuk dibicarakan. Cakupannya teramat luas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *