home inspiration
Personal

Saat Merasa Tak Cukup

Hal yang saya pelajari beberapa waktu terakhir adalah berusaha merasa cukup.

Masih ingat bahwa saya sedang punya kegemaran baru selain, membaca dan blogging : Netflixan.

Karena tiga hal ini rasa rasanya lebih menyenangkan dan menenangkan dibanding berseluncur di media sosial. Kalau kata teman saya saat bermain media sosial ada mental yang harus dijaga.

Saat melihat seseorang di usia 20an bisa membeli Lamborgini dan Pesawat pribadi mereka.

Saat melihat seseorang berfoto dengan empat anak dengan kulit sempurna, badan proporsional, baju modis dan tas branded.

Saat melihat seseorang sudah menjadi “budak corporate” dengan gaji tak hingga, jabatan tinggi dan lifestyle yang menyenangkan di kota besar.

Ada banyak saat melihat seseorang di media sosial…Bukan berarti apa yang mereka bagikan di media sosial itu tidak baik atau bahwa semuanya palsu. Orang membagikan apa yang membuat mereka bahagia, hasil kerja keras mereka. Tapi tidak setiap saat kita merasa siap untuk melihat hal hal yang kita impikan dan sudah didapatkan orang lain.

Kadang kita merasa kenapa ya kok sudah berlari sekencang mungkin, berusaha sekeras mungkin tapi hasilnya belum sebagus orang lain. Apakah jangan jangan ada yang salah dengan diri kita? usaha kita? pilihan kita?

Too many information kills you.

Padahal kalau kata Hong Du Sik di Hometown Cha Cha Cha “Hidup tak selalu adil untuk setiap orang. Ada orang yang jalannya pemuh lubang dan tidak mulus, ada juga yang berlari sekuat tenaga lalu menemui jurang di ujung jalannya.”

Jadi untuk kembali menuju kestabilan emosi dan pikiran saya berusaha mengatur banyaknya informasi yang masuk, mengurangi candu melihat update kehidupan orang lain yang sering jadi candu. Dan mencoba beralih ke hal hal lain yang lebih menyenangkan seperti menjalani hobi. Selain itu saya berusaha untuk terus berdamai dengan diri dan keadaan serta berusaha menerima untuk merasa cukup. Merasa bahagia dengan apa yang saya miliki, dan tidak terlalu berfokus pada apa yang belum saya miliki tak peduli sebesar apapun saya menginginkannya.

Saya ingat juga tulisan Mark Manson dalam bukunya Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat ada bab menarik berjudul Anda Tidak Istimewa saya kutip sedikit isinya

Menjadi “rata rata” telah dianggap sebagai sebuah standar baru kegagalan.

Banyak orang takut menerima diri mereka yang sedang sedang saja karena mereka yakin bahwa jika mereka menerimanya, mereka tidak akan pernah mencapai apa pun, tidak pernah berubah menjadi baik, dan hidup mereka tidak akan memiliki arti.

Segelintir orang yang berhasil menjadi unggul di suatu bidang meraih posisi tersebut bukan karena mereka meyakini diri mereka istimewa. Sebaliknya, mereka menjadi luar biasa karena mereka terobsesi dengan perbaikan. Dan obsesi ini berasal dari keyakinan yang tidak pernah salah bahwa mereka, dalam kenyatannya, sama sekali tidak istimewa. Ini adalah anti istimewa. Orang orang yang hebat dalam suatu hal, menjadi hebat karena mereka mengerti bahwa mereka belum benar benar luar biasa–mereka biasa saja, masuk golongan rata-rata–dan bahwasanya mereka bisa menjadi lebih baik.

Lanjutannya silahkan baca sendiri ya, salah satu buku yang bagus untuk dibaca. Kurang lebih ternyata menjadi biasa saja, rata-rata, dan tidak istimewa bukanlah sebuah kegagalan. Bisa jadi hal ini pertanda baik supaya kita terobsesi dengan perbaikan. Katanya ada dua hal yang bisa dilakukan untuk membuat hidup tenang (jika menyangkut materi)

Belilah sesuatu saat sudah mampu. Jika sudah mampu tidak semua hal perlu kamu beli.

karena mencukupi serakah sebaik apapun tak pernah cukup. Di masa serba berlebihan perlu keberanian merasa cukup.-Adjie Santosoputro

Selamat berlatih merasa cukup teman teman. With Love

petite second room

6 Comment

  1. Aku suka quotes Hong Du Sik karena relatable ya, kadang aku detox sosmed sih. Mungkin kita pengen kayak gini gitu jadi insecure liat pencapaian orang lain, eh taunya org lain malah pengen kayak kita. Aku juga lagi berusaha merasa cukup karena apa yg ditampilkan bisa aja yg bagusnya doang ya Teh. Sekarang aku dapet banyak petunjuk kenapa kita ga boleh iri misalnya melihat teman seumuran, wajahnya glowing gada garis halus ternyata tinggal pake botox, facelift, salmon DNA dan apalah itu perawatan mahal, jadi aku nggak perlu iri lagi 🙂 toh pakar yang bilang gaya hidup sehat + olahraga ga bikin keriput hilang dalam sekejap hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published.