Motherhood

Cara Bebas Drama ART/Nanny Life Hack Untuk Ibu Ibu Masa Kini

Bagi kalian ibu bekerja, Kabar buruk apa yang paling kamu tak ingin dapatkan sepulang kerja?

ART tiba tiba ngikutin terus bilang

Bu maaf saya mau ngomong sebentar…

Deggg jantung serasa mau copot mau ngomong apa nih?

Wah kalau minta keluar, apa gajinya gue coba naikin ya?

Tenang tenang kali izin doang…Tapi kalau izin terus besok anak diurus sama siapa? kerjaan rumah siapa yang ngerjain?

Langsung berbagai spekulasi bertebaran di kepala kita. Lalu tetoooot ART minta BERHENTI. Yasalaaam langsung kebayang gimana nanti terlunta lunta kembali beradaptasi dalam proses handling rutinitas pekerjaan di rumah, anak, suami dan tentu pekerjaan kita sendiri di tempat kerja.

Sebagai salah satu pengguna jasa ART dan Nanny saya khatam betul dengan segala lika liku cerita mengenai ART dan kadang lelah untuk menghadapi berbagai dramanya. Kalau sudah ketemu sama teman sudah habislah kita curhat soal cerita ART/Nanny masing – masing. Percayalah cari ART/Nanny yang kerjanya bagus betah sama kita itu lebih susah dari cari pangeran berkuda putih.

Kalau kamu dapat ART/Nanny yang kerjanya bagus, gajinya cocok dan betah di rumah. Wah surga kayaknya karena masa kini ada saja ketidakcocokan yang terjadi antara ART/Nanny dan Ibu yang dibantu, dan carinya susah even buat saya yang tinggalnya di “kampung”.

Sebenarnya kalau bisa saya bilang kita membutuhkan bantuan ART/Nanny bukan karena kita para ibu “malas” atau menolak tugas haqiqi sebagai ibu dan istri tapi lebih kepada ada kepentingan lain yang mengharuskan kita mendelegasikan beberapa pekerjaan rumah tangga kepada orang lain. Dan tentu orang ini tak bisa sembarangan (apalagi kalau merangkap mengawasi anak di rumah) harus dengan kualifikasi yang cocok.

Pertama yang harus kita sadari

put ourshelves in their shoes,

mereka dengan latar belakangnya, beban hidupnya, kebutuhannya, pola pikirnya. Dari sana sedikit banyak kita bisa menyinkronkan frekuensi dan keinginan dengan keadaan pekerja kita. Ingat lho mereka itu manusia biasa yang punya keterbatasan dan kelebihan dan disini kita harus bisa bekerja sama dan menerima seperti mereka menerima kita dengan karakter kita sebagai atasan.

Nah dari sini kita bisa mengingatkan diri  kembali bahwa tugas yang diberikan kepada ART adalah tugas kita. Jadi ada tak ada ART tetap latih diri untuk disiplin dengan pekerjaan rumah dan tanggung jawabnya. Saya belajar dari orang tua bahwa sesibuk apapun kita, tetap komando dan otoritas di rumah adalah punya kita dan jangan lupa selalu recek hal yang kita tugaskan ke ART.

Kalau ada yang tidak sesuai atau kurang menurut standar kita coba utarakan dengan bahasa yang baik sehingga si mbak bisa tahu dan mengerti mau dan standarnya kita seperti apa. Jadi kembali yang paling tahu kondisi rumah, anak, suami ya kita sendiri, toh mereka hanya sebagai asisten yang membantu.

Kalau kita memang sudah mandiri dengan pekerjaan di rumah baik itu memasak atau bersih bersih atau apapun itu tidak akan ada masalah saat ART tidak masuk.

Dont depend yourself to others.

Karena satu satunya orang yang tak akan pernah meninggalkan kamu dan tak akan pernah mengecewakan diri kamu adalah diri kamu sendiri. Sebaik baiknya mereka, seloyal loyalnya mereka tetap mereka juga punya skala prioritas dan keluarga. Dan kadang dua hal tersebut berbenturan dengan kewajibannya sebagai pekerja.

Ga harus jago atau gimana dalam melakukan pekerjaan domestik cukup belajar dan memperbaiki diri terus untuk menangani pekerjaan di rumah tanpa drama dan emosi yang tak perlu. It’s okay kok rumah kadang ga serapi rumah ibu yang lain, menu makanan tidak seberagam flatlay di instagram. Yang penting kita sudah berusaha, kalau tak sanggup ya delegasikan ke orang lain masa kini banyak kok makanan delivery kalau kita lapar atau laundry kalau kita malas cuci jemur dan setrika (meskipun ada dana tambahan harus keluar yang penting kewarasan terjaga).

Make life simple.

Dan kamu bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang orang rumah. Intinya bagaiamana kamu mengatur urusan rumah tangga, orang orang yang tinggal di luar pun bisa lho hidup tanpa ART/Nanny bisa jadi masukan untuk kita dalam managemen di rumah. Awal mungkin kaget , mungkin cape tapi lama kelamaan setelah kamu terbiasa yah kamu bakal tertawa sendiri dan bangga. Salah satu inspirasi yang jadi panutan saya untuk urusan begini itu mbak Fifi Alvianto beliau urus anak rumah suami sendiri lho tapi bisa tetap keren dan eksis, coba aja buka blog dan instagramnya ya teman teman.

Lalu semalam secara kebetulan Jouska pun membahas soal drama ART/Nanny juga yang ternyata ceritanya amat beragam (cek story lengkapnya di instagram mereka ya). Saya pun belajar untuk less judge dan mendapatkan banyak opini beragam dalam menghadapi drama satu ini. Bisa jadi cara yang yang saya paparkan tepat buat saya dengan kondisi saya untuk teman lain yang memiliki profesi berbeda bisa jadi solusinya pun berbeda. Yang terpenting terus berusaha mencari jalan keluar terbaik ya mom (tanpa emosi tak perlu yang tak membantu). Berikut aku sertakan ulasan snapgram dari Jouska ya…

Drama Nanny / ART

 

Drama Nanny / ART

 

Drama Nanny / ART

 

Jadi intinya jangan terlalu bergantung sama ART supaya saat ada masa kekosongan pekerja di rumah kamu bisa lebih santai menghadapinya. Buat saya pribadi masukin orang asing ke rumah mengurus orang orang terpenting dalam hidup saya gak semudah itu marisol. Tapi saya ga punya banyak pilihan karena ada pekerjaan yang mengharuskan saya punya asisten. Selalu berhati hati dalam mempekerjakan orang asing di rumah kita, semoga saja bibi baru atau bibi andalan di rumah segera kembali bekerja ya.

Thanks for reading,

Leave a Reply

Your email address will not be published.