D'Palaiis Moda
Personal

Cerita Sepotong Pakaian

Cerita ini di mulai pada suatu siang saat saya harus masuk toko kain untuk memilih bahan yang diperlukan untuk membuat pakaian impian keluarga untuk sebuah acara. Seperti ibu ibu pada umumnya kalau mau jahit atau bikin lebih senang beli bahan sendiri, tentunya dengan panduan dari penjahit langganan kami untuk memilih bahan yang tepat.

Begitu memasuk toko kain mata saya sudah jelalatan, semua yang terpajang cantik sekali. Didukung dekorasi toko yang apik, pencahayaan terang benderang semua kain rasanya ingin dibeli sampai saya bingung sendiri tapi saya berusaha menenangkan diri fokusss fokusss. Sedikit cerita toko kain ini sebetulnya langganan saya, biasanya saya belanja online lewat whatsapp untuk memilih bahan yang diperlukan. Namun di kesempatan kali ini karena pemilihan kain melibatkan lebih banyak pihak yang penampilannya dipertaruhkan kami memutuskan untuk mampir sejenak untuk belanja langsung saat kebetulan pergi. Akhirnya tak lama kemudian Asisten Toko datang dan membantu kami untuk memilih bahan yang kami perlukan.

Oke it’s show time, fokus pada inti yang ingin dicari,saya keluarkan jurus pertama menyebutkan jenis kain yang sudah saya incar dari kemarin setelah mengamati laman instagram toko kain ini cukup lama. Saya pikir akan lebih mudah prosesnya jika belanja langsung, ternyata tidak semudah itu. Tiga jam lebih kami habiskan awut awutin berpuluh gulungan kain untuk mendapatkan yang sesuai. Jujur habis pilih kain langsung pening belum hitung panjang kebutuhan dan budgeting harganya. Beberapa kali saya pake pertanyaan shortcut andalan seperti :

Kalau yang terbaru yang mana?

Kalau yang sedang trend yang mana?

Tapi untuk urusan kain gak nanya yang best seller karena takut samaan sama orang mehehe. Singkat cerita akhirnya urusan beli kain selesai, karena pake jilbab termasuk saya minta carikan padanan kain untuk dibuat kerudung supaya nanti gak susah lagi carinya.

Saat sedang menunggu kain dipack dan invoice dibuat kami punya waktu untuk melihat lihat. Karena saya suka fashion dulu jadi mimpi untuk gabung jadi designer atau jadi bagian dari industri keindahan ini. Tapi ternyata menciptakan karya gak semudah itu untuk recreate karya yang ada aja gak mudah apalagi menciptakan sesuatu yang baru dari ketiadaan, kalau kata Pertamina mulai dari nol ya.

Beberapa tahun terakhir saya belajar sedikit soal kain dan proses pembuatan baju, ternyata njelimet banget guys, dari menentukan kain yang cocok dengan karakternya. Pola baju yang akan dibuat, salah dikit bentuknya beda, belum detail pemanis baik bahan payetan, bordir atau bahan bahan penambah lain yang harus disematkan.

Intinya membuat sepotong pakaian itu butuh kerja sangat keras, ditambah kalau pakaian itu untuk dijual wah tambah lagi hitungan modal supaya harga jualnya masuk target market. Oke dari lamunan itu akhirnya saya memutuskan oke saya stay di bagian penikmat dan distributor saja ya, entah apakah ke depannya akan berubah pikiran atau tidak. membutuhkan effort dan fokus luar biasa untuk diam di bisnis fashion apalagi untuk menjadikannya bertahan dari waktu ke waktu.

D'Palaiis Moda

Kayaknya segitu aja effort aku hari ini gaes, apresiasi temen temen yang bekerja keras di dunia fashion baik skala mikro sampai skala industri. Untuk teman teman yang bisa menikmati masa masa diam di toko kain membayangkan ingin membuat apa selamat bakat kalian luar biasa. Karena jujur aku gak bisa hihi. Semoga semua karya kalian selalu bisa meluluhkan hati kami para konsumennya ya.

Makasi sudah mampir, salam sayang.

petite second room

Leave a Reply

Your email address will not be published.