Motherhood

Bagaimana menciptakan hubungan adik kaka yang sehat?

Beberapa waktu terakhir banyak chat dan dm berkomunikasi soal bagaimana baiknya menangani dua anak supaya kaka tidak cemburu pada adiknya. Saya yang baru 7 bulan jadi mama dua anak agak bingung dibuatnya, bukan karena tidak punya jawabannya tapi khawatir jawaban saya kurang kompeten. Jadi di tulisan kali ini saya hanya akan share pengalaman saya sebatas apa yang saya tahu dan lakukan.

hubu

Saat memutuskan untuk memiliki anak kedua bersama suami hal pertama yang kami lakukan adalah meminta izin Freya, anak sulung kami. Pernah diingatkan oleh kaka sendiri sebaiknya saat akan menghadirkan anggota keluarga baru (dalam hal ini adik) kaka juga setuju dan siap menyambut. Saya tidak bilang usia karena preferensi dan kondisi setiap orang berbeda, tapi melibatkan anak pertama dan mendengarkan pendapatnya adalah penting agar merasa keberadaannya tetap diakui dan betul betul siap menerima kehadiran adik.

Butuh beberapa tahun untuk membujuk kaka untuk akhirnya setuju, dari tahap respon kecut tidak mau membicarakan, mulai mau mendengarkan tapi tidak memberikan respon sampai benar benar membicarakan rencana hadirnya adik dan menyampaikan kegembiraan bahwa dia siap untuk kehadiran adik. Bisa jadi mengobrol dan memberikan pengertian jadi salah satu langkah awal, meskipun saya tahu ngobrol dengan anak kecil tidak mudah. Ada banyak cara komunikasi dengan anak sesuai usianya lebih baik dibaca langsung dari sumber terpercaya seperti psikolog anak. Beberapa referensi aku dalam hal psikologi anak diantaranya Psikolog anak mbak Vera Uli, Klinik tumbuh kembang rainbow castle,dan pembuat buku bayi dan anak rabbitholeid.

Hal kedua yang kami lakukan adalah melibatkan kaka dalam hampir seluruh proses. Kaka terbiasa ikut saya cek kandungan ke dokter karena memang senempel itu dia sama mamanya. Kaka mengikuti semua proses kehamilan saya dari awal sampai kami ke rumah sakit untuk persiapan kelahiran adik. Melihat perkembangan adik lewat layar usg, mendengar degup jantungnya lewat mesin dan melihat perut saya membesar seiring hari.

Maksud kami adalah supaya pelan kaka bersiap menerima saat akhirnya adik hadir ke dunia. Kadang kami ngobrol dengan kaka di tempat tidur bagaimana seandainya adik telah lahir, dan berusaha meyakinkan bahwa tidak akan ada yang berubah dari sikap kami terhadap kaka dan tentu meminta bantuan kakak saat nanti adik sudah ada.

 

 

Saat adik telah benar benar hadir hal yang saya lakukan adalah memberikan perhatian lebih kepada kaka. Saat orang orang memberikan hadiah untuk adik minimal yang membukakan kado adalah kaka. Saat masih di rumah sakit adik baru lahir kaka masih mengalami fase adaptasi tiba tiba harus tidur diantara saya dan adik, atau ranjang dikuasai sepenuhnya sama kaka sehingga adik harus tetap tidur di ranjang dorong kecilnya. But it’s okay give her time to process everything. Berbagi orang yang dia sayang bukan hal mudah bukan? salah satu momen besar untuk kaka dan biarkan dia hadapi dengan tenang.

Baca Juga : Tentang melahirkan anak kedua

Saya sengaja membeli hadiah kecil kecilan dan bilang itu adalah hadiah dari orang lain untuk kaka dan mengabulkan permintaannya selama menemani saya di rumah sakit untuk menyeimbangkan perasaannya atas perhatian yang mulai hadir kepada adik.

The time has come and she’s not alone, we are with her in this process.

 

Saya bersyukur bahwa kaka bisa menerima kehadiran adiknya dengan baik, meskipun demikian ada kalanya saat dia ingin membantu atau menunjukkan kasih sayangnya kepada adik membuat kami waswas karena gerakannya yang masih kasar berkesan seperti ingin menyakiti. Ini yang perlu kita pelajari bagaimana berterima kasih kepada kaka karena telah membantu dan menyemangatinya karena telah melakukan hal yang benar tapi tetap mengawasi untuk keselamatan adik,

Jangan langsung menghardik kaka saat ingin melakukan sesuatu dengan adiknya tapi jelaskan dan ajari dengan pelan yang seharusnya dia lakukan. Berikan kepercayaan sekaligus pengawasan di waktu bersamaan, jika permintaan kaka dianggap terlalu berbahaya untuk adik yang masih kecil kita berikan pengertian sebaik mungkin supaya kaka tahu kenapa kita melarang. Ada hal hal sederhana yang senang kaka lakukan untuk adik seperti bernyanyi untuk adik, ingin menggendongnya sesekali, atau membantu membawakan popok baru saat adik ganti popok. Bahkan kadang saya mengajak kaka memilih baju buat adik (tak lupa membeli sesuatu juga untuknya).

 

Apakah dengan demikian lalu semua berjalan mulus?

Tentu tidak, kaka adalah manusia kecil yang juga punya perasaan. Ada kalanya kaka tiba tiba merengek ingin tidur dipeluk mamanya saat biasanya tidur sendiri atau ingin ditemani mengerjakan tugas sekolah saat kita sedang menyusui adik. Di sanalah team work berjalan. Saatnya adik diover ke pengasuh atau papanya dan saya bersama kaka.

Berdasarkan paparan Mbak Vera Uli, psikolog anak saat kaka yang sudah besar meminta perhatian lebih orang tua sebaiknya memberikan perhatian lebih kepada kaka dibanding adik. Karena kaka sudah mulai mengerti dan menilai keadaan sedangkan adik masih berkembang attachmentnya dan belum ingat. Siapapun yang mengasuhnya pola attachmentnya belum terbentuk jadi bisa oleh siapa saja sedangkan kaka karena memorinya sudah terbentuk saat kita menolak permintaannya saat dia membutuhkan khawatir akan membentuk luka dan memory negatif bahwa adik “merebut” perhatian mama papa dan dia tak lagi jadi penting padahal maksud kita bukan itu.

Sejauh ini hal hal di atas yang bisa saya bagi dengan teman teman, jujur saya pun masih belajar menjadi ibu yang lebih baik dari hari hari. Berbuat kesalahan belajar dari kesalahan itu dan berbuat lebih baik lagi. Catatan yang saya paparkan adalah yang saya pelajari dan lakukan dengan kondisi saya bisa jadi berbeda di teman teman karena perbedaan background kondisi dan hal hal lainnya tapi semoga sedikit banyak membantu.

There’s no such perfect family but we create the best of it for our kid.

Thanks for reading.

Salam sayang,

petite second room

Leave a Reply

Your email address will not be published.