Motherhood

Tentang Melahirkan Anak Kedua

Saya pikir melahirkan anak kedua akan lebih mudah karena punya pengalaman dari melahirkan anak pertama. Tapi ternyata pengalamannya berbeda.

Mungkin allah maksudkan untuk memberikan warna lain pada cerita kehidupan kita. Supaya kaya akan pengalaman. Ada jutaan versi cerita yang bisa allah berikan pada setiap bagian hidup kita dan kita hanya bisa berdoa semoga yang terbaik yang allah berikan untuk kita lewati.

Melahirkan Mikayla memberikan perspektif lain untuk saya pribadi bahwa melahirkan adalah satu fase yang amat mendewasakan perempuan.

Ada banyak batasan yang bisa kita lewati tanpa kita sadari. Ada kekuatan misterius yang membuat kita bertahan untuk menghadapi semua proses yang harus dijalani. Dan ada lega serta pemahaman baru yang kita dapati saat selesai melewati semuanya.

Untuk anak kedua saya putuskan untuk melahirkan secara saecar tanpa menunggu panggilan natural. Jadi saya dan dokter sepakati untuk melaksanakan saecar pada usia kehamilan 36 minggu. Ada kendala kesehatan yang membuat saya tak bisa melewati persalinan normal di kehamilan pertama dan yang kedua.

Baca Juga : Welcoming Bundle of Joy

Feel free to judge me as i only choose the best for me, my baby and my family 🙂

My body my rule, that’s it.

Benar adanya nasehat mama waktu itu, saat kita akan menghadapi hal hal besar dalam hidup apalagi sesuatu yang menyangkut hidup dan mati ada baiknya kita berusaha untuk berbenah hubungan dengan orang sekitar, terutama orang tua. Meminta maaf sekaligus memohon doa supaya semua bisa terlewati tanpa kendala berarti. Meskipun tanpa diminta saya dan suami tahu doa itu tak akan terhenti terpanjat dari orang tua kami.

Berbeda dari proses kelahiran kakaknya, saat melahirkan Mikayla saya harus melewati kendala lain di meja operasi. Tiba tiba tekanan darah melonjak hingga 180, padahal saya tidak punya riwayat hipertensi bahkan saat hamil. Belum lagi saat persiapan operasi tiba tiba infusan saya terkendala sehingga harus dipindahkan dari tangan kiri ke tangan kanan karena tidak memungkinkan untuk disuntik obat dan anestesi.

Saat itu saya hanya bisa berpasrah dan banyak berdoa. Hal yang saya pikir akan mudah dilewati ternyata bisa punya banyak kemungkinan lain. Maka bersyukurlah saat kelancaran dan kemudahan datang.

Alhamdulilah allah masih sayang sama saya. Qadarallah dengan bantuan tim medis dan dokter akhirnya saya bisa masuk ruang rawat setelah melewati hampir 6 jam proses pemulihan. Dan tentu setelahnya saya harus melewati berbagai prosedur medis untuk benar benar pulih.

Satu doa saya selalu setelah jadi ibu

“Ya allah jika kau izinkan tolong panjangkan umurku untuk merawat dan menemani anak anakku tumbuh. Jika tidak berikan mereka orang orang baik yang bisa merawat dan sayang mereka seperti ibunya sendiri.”

Doa yang saya panjatkan sudah tak berpusat pada diri sendiri tapi pada anak dan keluarga kecil kami. Mereka yang saya pikirkan saat berbagai kemungkinan terbuka di depan mata. Mungkin itu juga yang dirasakan mamaku dan mama mertuaku untuk kami anak anaknya.

Dari melahirkan anak kedua saya belajar bahwa tidak ada hal yang mudah untuk didapatkan dalam hidup ini.

It wont be easy god said but he promise you it’s gonna be worth it.

Perjuangan ingin hamil…

Perjuangan melewati 9 bulan kehamilan

Perjuangan melahirkan

Perjuangan adaptasi setelah melahirkan

Perjuangan membesarkan anak.

Perjuangan…

Semuanya melewati perjuangan yang harus kita lewati, jika kita berhenti berjuang mungkin kita telah mati.

Birth Story

Dan tentu tak henti saya ucapkan terimakasih banyak untuk semua orang yang selalu memberikan aura positif dan semangat selama saya melewati berbagai proses ini. Dan tak henti memberikan doa terbaik untuk puteri kecil kami baik dari jauh dan dekat.

Semoga satu persatu doa yang terpanjat terkabul.

Untuk para mama dan calon mama semoga tulisan ini menjadi pengingat betapa hebatnya kalian, dan memberikan suntikan semangat untuk kalian melewati proses melahirkan nantinya.

Thanks for reading

Love,

17 Comment

  1. Bebbb aku selalu terharu ih bikin cirambay kalo ngeliat yg lahiran teh, mana aku ngikutin terus coba di ig mu dan lengkapnya ada disini..bener yaaa seorang ibu penuh perjuangan. Sehat selalu yaa buat kita semuaaaa. Luvvv!

  2. Teh Yesiiiii masya Allah aku bacanya bari jeung cirambay..doakan ya teh aku segera diberikan amanah oleh Allah, alhamdulillah teteh dan dede bayi lahir dg selamat, semoga sehat selalu

  3. Selamat ya…. buat kelahiran anak keduanya. Semoga bunda dan bayinya sehat-sehat terus.
    Jadi flashback juga ke masa-masa lahiran anak kedua. dulu. Setiap kehamilan, setiap kelahiran punya ceritanya sendiri-sendiri.

  4. Teh ijinkan aku curhat sedikit, beberapa hari ini lagi kepikiran bgt tentang persalinan. Saking kepikirannya kadang pas lagi tidur pun suka kebawa mimpi sampe kebangun. Makasih banyak dengan baca artikel ini, bikin aku tenang, pasrah, dan siap apapun yg terjadi Allah selalu ada untuk kita :’) jujur aku sambil cireumbay terutama pas baca bagian doa teteh setelah menjadi ibu, luvvv pokoknya ❤

    1. Sin mudah mudahan lancar ya semua prosesnya…pasrahkan tenangkan. Tau sih kalau udah prakna stres kaya apa tapi mudah mudahan bisa mehehhee. Selamat menuju lahiran sin sing bungsur bangsar 🤗

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *