Personal

Cara Jenius Atur Keuangan Sendiri Tanpa Financial Planner

Halo semua kita kembali bahas soal keuangan yuk. Setelah tulisan pertama saya soal gimana cara lebih melek keuangan banyak banget teman teman yang gak sabar nunggu lanjutan tulisan pertama saya.

6 Cara Supaya Gaji Gak Lewat Gitu Aja

Kalau di postingan sebelumnya saya lebih membahas soal mentalitas, apa yang harus kamu lakukan supaya program finance makeover kamu bisa berjalan lebih lancar. Kali ini saya bahas lebih ke teknisnya.

Bisa gak sih kita makeover keuangan kita tanpa Financial Planner? #2019pengaturankeuanganlebihbaik.

Jujur seperti saya pernah bilang belajar soal keuangan dan hal hal terkait adalah sungguh hal yang rumit (jadi ke laut aja deh orang orang yang suka underestimate jurusan ekonomi wkwk) kalau kamu punya budget kamu bisa banget meminimalisir tenaga dan belajar langsung dari ahlinya custom mengenai masalah dan tujuan yang kamu hadapi.

Tapi kalau kamu memilih mengurus sendiri artinya kamu harus siap siap belajar sendiri dan mencari informasi. Welcome to the right page, kita sharing bareng ya soal keuangan ini. Hal pertama yang harus kamu identifikasi ada dua

1. Masalah atau kendala yang sedang kamu hadapi (dalam keuangan)

2. Tujuan finansial yang ingin kamu capai

Baru baru ini saya nonton film Overboard, film komedi satu ini patut kamu tonton karena menurut saya relatable banget sama kondisi saat ini atau film lokal Orang Kaya Baru. Temanya sederhana tapi kena banget ke pikiran kita dan sebetulnya banyak pelajaran sederhana yang bisa kita ambil. Salah satunya yang bisa saya tangkap adalah saat kita merasa hidup kita sudah berat ada lho orang lain yang rela ambil lebih dari dua pekerjaan untuk menghidupi keluarganya dan mereka bisa berkecukupan. Lah kok kita yang satu pekerjaan menghasilkan lebih dari itu kayaknya gak cukup terus?

Penghasilan kita akan selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan kita tapi ga akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan kita

Karena keinginan manusia itu cenderung tanpa batas dan terus berkembang. Jadi kita harus tahu kapan merasa cukup dan memaksimalkan apa yang kita miliki. Kembali ke ranah teknis dalam pengaturan keuangan coba data hal hal utama yang urgent harus kamu selesaikan dan tujuan masa depan yang ingin kamu capai.

 

Kalau saya belajar dari cerita soal kaum Old Money mengajarkan anaknya mengatur keuangan, mereka menggunakan satu cara : memberikan kartu kredit kepada anaknya dan hanya mengizinkan anaknya untuk bertransaksi dengan kartu tersebut sesuai limit yang sudah diberikan. Laaah sesat dong kalau ini…

Eits tunggu dulu kamu melupakan satu hal mendasar, para orang tua old money memberikan kartu kredit dan tidak memperkenankan penggunaan cash karena mereka ingin memantau kemana saja uang anaknya digunakan sehingga saat tagihan keluar mereka bisa mengevaluasi kebiasaan anaknya. Misal ada satu mama old money yang akan marah kalau anaknya minum kopi atau makanan mahal karena menurut beliau hal itu wasted, beliau lebih senang anaknya membeli barang yang bisa disimpan lama dan bahkan diinvestasikan di kemudian hari. Simple tapi cerdas menurutku ga ada namanya usaha nipu orang tua hihi.

Ingat ya Kartu Kredit itu alat pembayaran bukan alat peminjaman karena tetap aja kamu harus bayar pada akhirnya.

Dari cerita tersebut sebenarnya ada dua prinsip dasar dalam perencanaan keuangan yang digunakan, limitasi dan pencatatan.

Kita harus bisa memisahkan dan memberikan batas pada pos pos keuangan kita dalam satu bulan dan memaksa diri untuk menyimpan sebagian untuk tabungan. Masih ingatkah kalau masa lalu sistemnya amplop kita membagi pemasukan yang sudah diterima ke dalam masing masing amplop sesuai tujuan penggunaannya.

Misal kamu punya 5 pos yang disimpan dalam 5 amplop

  1. Zakat/Dana Amal 5%
  2. Cicilan dan Hutang 15%
  3. Tabungan dan Investasi 10%
  4. Pengeluaran Tetap 50%
  5. Dana Entertainment 20%

Ingat ya begitu terima gaji harus langsung dipisah pisah karena uang itu kaya air kalau udah bercampur ya gak bisa dipisah, pusing. Kalau kamu bukan orang yang gajian kamu bisa hitung kisaran pemasukan bulanan yang akan masuk dan langsung dibagi berdasarkan pos pos. Pengaturan besarnya masing masing pos diserahkan lagi ke masing masing individu sesuai tujuan dan masalah yang ingin diselesaikan, kalau yang di atas ini contoh saja.

Tapi hati hati urutannya gak boleh terbalik ya. Dana Entertainment harus disimpan setelah semua pos utama terpenuhi. Tahan godaan, jangan kasih kendooor! Yang saya selalu ingat cicilan hutang gak boleh lebih dari 30% pendapatan karena itu tandanya keuangan kita mulai gak sehat, jadi silahkan diatur atur lagi ya.

Maju ke beberapa tahun kemudian sistem sederhana ini berubah menjadi sistem tabungan terpisah, hayo ngaku di sini siapa yang punya tabungan lebih dari satu? hihi

Kalau kamu merasa sudah melakukan pembagian pos pos dan disiplin pada budget tapi kemudian masih merasa ga cukup coba evaluasi lagi. Selain pemisahan pos pos, proses pencatatan amat penting supaya kita bisa tracking kemana saja uang tersebut digunakan sehingga terus bisa mengevaluasi diri dalam penggunaan selanjutnya. Kebetulan kemarin saya ikut acara seminar keuangan dan baru ngeh saat dikasihtau penyakit kecil yang bisa membuyarkan pengaturan keuangan kita bahkan saat sudah bekerjasama dengan financial planner ternama, BOCOR HALUS. Ini kalau pepatah semacam keselek sama duri kecil sepele tapi fatal.

Apa sih Bocor Halus dalam pengaturan keuangan?

Contohnya pos keuangan tercampur sehingga kadang uang yang seharusnya disimpan jadi terpakai lalu lupa padahal kalau dijumlah lumayan banget lho kalau bisa ditabung. Belanja barang yang harganya murah tapi karena banyak jadinya tetap mengambil jatah belanja yang banyak. Atau kebiasaan kecil ngopi merek ternama yang satu harinya bisa menghabiskan hampir separuh uang makan siang kamu. Semuanya gak kerasa tapi pelan pelan kalau dijumlah sebetulnya lumayan banget buat ditabung. Nah sering banget orang gagal ngatur keuangan karena hal ini padahal amat sederhana.

Untuk yang gak mau ribet aku mau share pengalaman terbaru dalam mengatur keuangan, aku terbantu banget dengan Jenius.

Apa itu?Kalau kamu ngikutin akun financial planner ternama kamu akan familiar dengan produk perbankan satu ini karena direkomendasikan oleh banyak pihak. Sampai saya pribadi pun penasaran apa sih istimewanya sampai sampai banyak banget orang yang rekomendasiin.

 

 

Apa sih Jenius itu?

Dalam upaya membantu Anda mengatur Life Finance, Jenius sebagai layanan perbankan terbaru dari BTPN berkomitmen untuk memberi pelayanan istimewa bagi Anda. Jenius adalah Banking Reinvented. Dengan Jenius, Anda memiliki kendali penuh dalam mengatur hidup dan keuangan melalui smartphone dengan aman, mudah, dan cerdas. Kini Life Finance ada di ujung jari Anda. Terdapat banyak hal baru yang hanya ada di Jenius. Selain dapat membuka tabungan melalui smartphone tanpa perlu ke bank, Anda akan menemukan cara baru mengatur Life Finance dengan $Cashtag, Save It, Send It, Pay Me, Split Bill, eCard, dan lain-lain. Dengan Jenius, Anda dapat mengatur Life Finance dengan mudah, cerdas, dan aman.

Sumber : https://www.btpn.com/id/tentang-kami/segmen-usaha/jenius

Kalau biasanya kamu memisahkan pospos keuangan menggunakan amplop atau tabungan berbeda dan setiap bulannya siap pergi mengantri ke bank bank yang dituju, dengan jenius kamu bisa pake fitur fitur keren mereka beberapa diantaranya favorit saya e-Wallet, Jenius Card dan Save It.

Save it

Untuk Zakat/Dana Amal, Tabungan dan Investasi kamu bisa pake Save It. Fitur Save It ini ada beberapa macam Flexi Saver, Dream Saver dan Maxi Saver sesuai kebutuhan simpanan kamu.

Misal untuk Dana Pensiun atau investasi dana jangka panjang yang kamu khawatirkan terpakai kamu bisa simpan di Maxi Saver untuk jangka panjang, sistemnya mirip dengan deposito.

Untuk rencana rencana masa depan yang kamu ingin wujudkan seperti dana liburan atau dana pendidikan anak, budget untuk beli rumah atau mobil atau gadget impian kamu bisa simpan di Dream Saver disini kamu bisa bikin sampe 10 tabungan dalam satu apps. Jadi anti ribet untuk pemisahan berbagai simpanan mimpi mimpi yang ingin kamu wujudkan. Saving lebih lama tentu hasilnya lebih baik bukan?

Untuk simpanan tertentu yang bisa jadi harus kamu ambil sewaktu-waktu bisa gunakan Flexi Saver. Karena bisa kamu tarik kapan saja tanpa potongan.

 

Jenius Card dan E-Wallet

Nak sekarang untuk mengatur pengeluaran ada beberapa cara, pertama menggunakan e-Wallet karena memudahkan kamu yang mulai cashless. Melakukan top up saldo e-Wallet seperti T-Cash, OVO, GO-PAY, dan M-tix langsung dari aplikasi Jenius. Jadi dari sini kamu bisa langsung mengatur budget entertainment kamu dalam setiap bulannya.

Untuk kamu yang belum sepenuhnya cashless kamu bisa banget gunakan fitur lain yaitu kartu debitnya, kalau biasanya satu no rekening tabungan akan diberikan 1 kartu debit di Jenius kamu akan punya 3 kartu sekaligus yaitu m-card, e-card dan x-card.

M-Card kurang lebih seperti kartu debit biasa dengan logo Visa yang bisa kamu gunakan di manapun.

Sedangkan e-card adalah “kartu kreditnya” kamu dari Jenius untuk melakukan pembayaran online yang biasanya harus menggunakan kartu kredit seperti paypal atau beli tiket pesawat jadi bye aplikasi lama tanpa batas untuk dapat akses kartu kredit.

Kartu ketiga yaitu x-card adalah kartu debit tambahan yang bisa kamu top up langsung dari akun utama. Nah buat yang sudah berumah tangga ini enak banget, misal m-card bisa dipakai pak suami dan x-card bisa dipakai istri jadi pembagian jatah pengaturan belanja bisa diatur semudah menekan layar handphone kamu. Atau bisa juga diberikan untuk anak yang sedang sekolah, sehingga untuk pembagian uang jajan dan operasional sekolah bisa langsung ditop up dari rekening utama ke x-card anak.

Nah buat saya pribadi yang menggunakan jenius sendiri biasanya m-card saya gunakan untuk kebutuhan harian dan x card untuk dana entertainment seperti budget beli buku, skincare makeup , baju u name it lah haha. Jadi belajar lebih disiplin, kalau isi x card udah menipis artinya jatah entertainment sudah harus berhenti.

 

 

Satu lagi fitur yang saya suka adalah Split Bill dan Pay Me. Sepele tapi ngeselin kalau kamu bagian bayar satu tagihan saat bareng sama teman teman dan yang lainnya belum bayar dengan embel embel “Bayarin dulu ya tar gue ganti” nah sekarang kamu bisa banget Split Bill di Jenius dan “tagihkan” jumlah uang yang perlu dibayar sama temen kamu. Nantinya notifikasi tagihan akan masuk ke handphone teman kamu sekalipun bukan pengguna Jenius. Dan kamu bisa cek siapa aja yang sudah bayar dan belum di menu In and Out karena semua transaksi tercatat.

Satu lagi sih yang memudahkan juga adanya $Cashtag, kalau kamu orang yang suka bete tulis no rekening saat transaksi Jenius membuatnya lebih mudah dengan $Cashtag. Jadi misal kamu bisa transfer ke pacar dengan cashtag $Sayang1 $Sayang2 *lho haha plus ada Moneymoji yang bikin seru jadi abis send it ke orang tersayang bisa kamu kasih emoji seru.

 

Pokoknya banyak banget hal hal yang seru dari jenius, terutama ilmu buat bikin kamu lebih produktif dan kreatif cari infonya super gampang karena web mereka update setiap waktu cek Jenius.com dan Co Create.

Tertarik buat gabung jadi nasabah Jenius? Aku kasihtau caranya ya…

Untuk jadi nasabah Jenius cukup mudah kamu cukup download aplikasinya di handphone, masukan data dan foto KTP dan NPWP, lalu kamu tinggal menunggu petugas untuk memverifikasi data kamu supaya akun kamu bisa digunakan (kalau kamu dekat dengan kantor Jenius, btw BTPN dan Jenius beda kantor genks). Kalau area Bandung kamu bisa kunjungi Ciwalk, beberapa waktu lalu saya baru saja aktivasi akun Jenius pribadi kartuku dicetak ga sampai 5 menit WOW BANGET gak sih secepet itu. Kalau kamu aktifkan jarak jauh kartu kamu bisa dikirimkan ke alamat yang kamu masukan.  Dan kemarin kebetulan banget saat isi tabungan dengan nominal tertentu dapat voucher Starbuck lho hihihi lumayan banget.

Nah kalau sudah terdaftar jangan kalau kamu ga akan dikasih buku tabungan karena semua sudah ada di aplikasi. Cara “nabung” atau mengisi saldo rekening Jenius kamu bisa dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

  1. Setor tunai ke rekening Jenius melalui mesin TCR Jenius yang berlokasi di Menara BTPN & Mall Kota Kasablanka.
  2. Setor tunai melalui Jenius Live terdekat.
  3. Setor tunai melalui teller di kantor cabang BTPN Sinaya atau Purna Bakti

Nah jangan khawatir juga buat pindah pindah dana karena Jenius lagi ada promo 25 kali transfer bebas biaya ke luar bank BTPN.

Selain berbagai kelebihan tentu dalam satu sistem yang sedang berkembang ada kekurangan, nah kekurangannya dalam perspektif saya adalah :

  1. meningat pepatah lama “Dont put your egg in one basket”, tapi karena memang semudah itu Jenius menaruh semua kontrol keuangan kita dalam satu sistem. Worse case yang harus kamu antisipasi amit amit kalau ada masalah teknis kamu ga punya akses ke semua simpanan kamu. Sebenarnya tim Jenius terus berupaya mengembangkan sistem pengamanan yang diperlukan untuk melindungi nasabahnya, bisa kamu cek sendiri di sini. Gak salah kok berhati hati yang penting kamu sudah memperhitungkan managemen resiko yang siap kamu hadapi di masa depan, tapi saya berdoa semoga hal ini tak pernah terjadi dan Jenius berkembang lebih baik mengikuti perubahan zaman
  2. akses Bank BTPN belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Indonesia, bagi teman teman yang berada di kota besar tentu bukan hal yang sulit menemukan bank BTPN nah buat teman teman yang tidak tinggal di kota besar hal ini jadi tantangan untuk mengadopsi kemudahan Jenius dalam akses perbankan kamu
  3. karena target marketnya memang untuk millenial jadi untuk nasabah yang sudah agak berusia perlu adaptasi lebih untuk menggunakan Jenius.

Secara keseluruhan menurutku gak salah kalau BTPN melaui Jenius diklaim menjadi salah satu bank yang paling sukses mendigitalkan akses perbankan di Indonesia karena memang serevolusioner dan sevisioner itu.

Betul betul menjawab dan semua permasalahan perbankan yang kita rasakan bahkan hingga lini tersederhana seperti antrian di bank, aplikasi kartu kredit yang lama (padahal kadang perlunya cuma buat beli tiket promo dan paypal wkwk) dan bahkan nagih hutang ke temen. Seru kayaknya menunggu produk revolusioner lain yang siap diluncurkan sama Jenius untuk memudahkan kita dalam mengatur keuangan kita.

Jadi siap kan nih #2019menujufinancialfreedom? let’s do it!

Thanks for reading.

Love,

 

14 Comment

  1. Setuju jenius emang revolusioner buat digital banking. Aku udah pake dan ngerasain banget manfaat dan kemudahannya seperti apa. Aku juga siap dong manfaatkan jenius sebagai pengelola keuanganku. Makasi teteh sharingnya

      1. Emang paling susah misah2in anggaran haha, kadang ada aturan pake dulu ini lah nnti diganti eh taunya lupa dan bablas. Pake jenius ini enak banget ya bisa langsung dibagi2 otomatis, jadi bisa kekontrol juga pengeluarannya

  2. Aku sudah menggunakan Jenius nih teh, tapi baru awal-awal aja dan belum familiar sama beberapa fitur di dalamnya. Tengkyu udah menjabarkan dan bikin aku ngerti 🙂

  3. Bener nih teh. Uang itu kayak air, kalau gak dibikin pos nya habis sudaaaahhh.. apalagi kalau uang cash. Makanya aku suka cashless. Aku pakai Jenius yang turut membantu mengerem pengeluaranku

  4. sulit memang mengontrol keuangan. sbnenrnya sih tergantung kedisiplan kita buat ngatur pengeluaran, tapi apa daya banyak hasutan :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *