Personal

Krisis Hidup Saat Usia Seperempat Abad dan Cara Menghadapinya

Sebelum saya mulai menulis kali ini, saya mau kasih kalian beberapa pertanyaan.

Tolong jawab dulu dalam hati ga usah tulis di kertas terus dikumpulin karena bukan ulangan.

Jawab jujur ya genk…

 

  1. Apakah kamu mulai mempertanyakan tujuan hidup kamu? Apa yang sebenarnya kamu cari dan inginkan dalam hidup?
  2. Kamu gak tahu jawaban pertanyaan pertama dan mulai tanya ke diri sendiri “eh iya ya emang selama ini cari apa ya dalam hidup?
  3. Berada dalam tahapan bingung antara ingin dianggap mandiri karena sudah dewasa tapi setengah hati melepas perlindungan dan sokongan dari orang tua?
  4. Merasa “loser” setiap melihat perkembangan hidup orang lain lewat social media, pencapaian mereka, kehidupan pribadi mereka sedangkan kamu kayaknya stagnan aja
  5. Pikiran kamu terbagi antara harus memilih “Bodo amat pokoknya gue mau nikmatin hidup selama masih bisa” dan “Dem, gue musti fokus bangun karir supaya punya satu pencapaian dalam hidup.”
  6. Kamu beli gadget terkini atau tas mahal atau mobil tertentu atau liburan ke tempat tempat fancy supaya kamu dianggap berhasil meskipun sering kamu ketar ketir buat bayar sewa kosan bulanan atau beli isi kulkas .
  7. Kamu gak tahu apakah sekarang harus menjalani hubungan santai atau mulai mencari orang yang serius untuk menikah? karena setiap orang punya opini berbeda.
  8. Saat kamu menyadari bahwa teman sebaya kamu yang dulunya sama sama merintis sekarang bekerja di perusahaan bonafit dengan penghasilan lebih besar yang membuat perbedaan pemasukan yang sangat jauh dan itu membuat kamu merasa tertinggal dan sebal

Sumber : https://www.independent.co.uk/life-style/quarter-life-crisis-mid-twenties-career-job-relationships-shopping-temping-taylor-swift-dating-a7502206.html (dengan penyesuaian)

Oke kira kira dari delapan pertanyaan yang saya ajukan berapa banyak yang kamu secara gak sadar ngangguk ngangguk dan bilang dalam hati “iya ini gue banget”

Saya gak minta untuk kalian mengaku apa gimana kok wong saya lagi gak buka sesi pengakuan dosa. Saya cuma mau kita sama sama jujur ke diri sendiri karena masalah terbesar seseorang adalah saat mereka gak menyadari bahwa mereka punya masalah. Saat orang salah merasa mereka benar dan saat kalian sebenarnya sudah berbuat “jahat” tapi malah merasa jadi korban.

Oke, kalau kita sudah bisa mengakui dan dengan ikhlas mengamini, lantas apakah itu cukup?

Oke untuk mulai menghadapi isu ini, saya bahas pelan ya. Kalau kalian mengiyakan beberapa pertanyaan saya di atas bisa jadi kalian sedang mengalami QUARTER LIFE CRISIS atau MID TWENTY CRISIS. Coba saya sedkit jelaskan secara ilmiah apa itu QUARTER LIFE CRISIS

“a period of intense soul-searching and stress occurring in your mid 20s to early 30s,” typically because you feel you’re not achieving your full potential or are falling behind.

Sumber : https://www.forbes.com/sites/julesschroeder/2016/09/08/millennials-this-is-what-your-quarter-life-crisis-is-telling-you/#8a34e363262d

Jadi kalau kamu sering bilang sama pacar atau orang tua “Aku udah dewasa, jangan ajari aku soal hidup” inilah saat yang tepat untuk membuktikannya…hehe. Seperti orang bilang yang pasti dalam hidup ini cuma perubahan, dan salah satunya transisi kita dari mencoba dewasa menjadi benar benar dewasa.

Saat kita dihadapkan pada keputusan keputusan besar dalam hidup setelah melewati ritme yang sudah orang tua kita gariskan untuk masa depan kita. Saat kita harus mulai berpikir keras untuk mencari cara terbaik dalam menghabiskan hidup kita selanjutnya

Sekolah lagi apa kerja aja?
Kerja di perusahaan atau wirausaha?
Menikah atau Kejar Karier dulu?
Jadi IRT atau jadi Ibu Bekerja?

Yang harus kita selalu ingat adalah tidak pernah ada keputusan yang salah. Yang sering terjadi adalah kita berubah tak siap dengan resiko dari keputusan yang kita ambil. Selalu ada masa saat kita merasa keputusan kita adalah keputusan terbaik saat itu.

Oleh karenanya kita selalu diingatkan untuk tidak mengambil keputusan besar saat emosi sedang tidak stabil atau saat sedang diburu buru atau saat lapar (makan dulu laaah). Karena efeknya akan kita rasakan seumur hidup.

Tapiiiii jangan takut, SEMUA ORANG MENGALAMINYA GENKS!

Kenapa sih saya harus bahas ini, karena kesehatan mental itu yang utama buat kita. Saya aja gak sadar selama ini saya struggle menghadapi krisis saya sendiri sampai saat ini saat saya nulis tulisan ini.

Ternyata bagian perubahan bukan cuma saat kita puber saat kita mulai merasakan perubahan fisik di tubuh kita tapi terjadi sepanjang waktu selama kita hidup. Dan salah satunya saat kita mulai mengakhiri masa pendampingan dengan orang tua, maka gak salah saat orang menikah atau lulus orang akan banyak mengucapkan doa dan selamat semacam

Selamat Menempuh Hidup Baru

Karena memang kita akan menghadapi kehidupan yang betul betul berbeda dari sebelumnya. Saat kita terjebak pada krisis perubahan dan mulai kehilangan arah ada beberapa hal yang mungkin bisa membantu diantaranya :

Tentukan tujuan hidup kamu sedari awal

Sumber : @BeautyJournal

Tulisannya normatif tapi begitu fundamental dan penting.
Banyak orang terombang ambing dalam pengambilan keputusan karena dia gak tahu apa yang dia inginkan.

You are destine to be something great, just believe it.

Jadi dari sekarang coba tanya impian terbesar atau keinginan terbesar kamu dalam hidup.

Misal ingin jadi pemusik handal hingga memenangkan Grammy Award.
Ingin jadi lawyer terbaik menggantikan lawyer ternama.
ingin jadi pilot astronout atau impian masa kini yang banyak anak millenial inginkan jadi youtuber.

Gada mimpi yang terlalu remeh. Karena semua orang berhak bermimpi dan mendapatkan hal terbaik.

Apapun impian dan tujuan hidup kamu amat penting untuk membuatnya jelas sehingga kamu bisa menentukan langkah langkah yang diperlukan.

Misal ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Ya apa hal yang berguna itu?

Gak papa kok memutuskan apa yang kamu inginkan sekarang. intinya tanya sama diri sendiri hal apa yang ingin kamu tuju supaya nanti di masa senja kamu gak menyesal menghabiskan waktu selama hidup,

Life is Sucks

Hidup tidak selalu seperti yang kita inginkan tapi selalu memberikan jalan yang kita butuhkan.

Di awal usia 20an kita dihadapkan pada masa kuliah dimana sering kita menemukan kegagalan, misal pengennya masuk ITB biar dianggap keren dan orang tua kita bisa bangga cerita sama tetangga kalau anaknya jadi mahasiswa ITB. Tapi garis hidup mengharuskan kamu masuk PTS.

Setelah itu setelah kuliah kamu harus menerima kenyataan bahwa kamu ga bisa sekolah S2 dan gak diterima sama perusahaan bonafit yang kamu lama idamkan.

Well genks sorry to say life is suck

Yes…sering kita bukanlah orang yang menjalani kisah hidup mengagumkan layaknya pemain utama telenovela. Karena kita gak sadar bahwa kita menjalani mimpi dan jalan orang lain yang kita kagumi bukan jalan kita sendiri.

When life give you lemons make lemonade.

Maksudnya saat tuhan menggagalkan satu rencana kamu adaptiflah dan cepat belajar. Saya tahu amat sulit menerima kegagalan TAPI lebih sulit jika kita terus terpuruk dalam kegagalan. Cepat pelajari apakah betul ini yang kita inginkan atau hanya karena ingin dianggap ehbat? ingin mewujudkan impian orang tua?

Kasus lain seperti saat kita “harus menikah” (oleh lingkungan dan orang terdekat) dan ternyata hingga saat ini belum ada pasangan yang nampaknya cocok untuk kita. Bukan saya nyemangatin untuk gak nikah ya tapi Syahrini menemukan jodoh usia 38 tahun, Meghan Markle jadi Dutches of Sussex usia 36 tahun. Intinya setiap orang punya jalannya masing masing dan waktunya masing masing. Dan kita sebagai orang luar berusahalah untuk tidak memaksakan orang lain masuk dalam loop kehidupan kita.

Mengutip kata kata ci Pat bisa jadi semua “kegagalan” yang kita alami menuntun kita ke jalan terbaik yang sudah Tuhan siapkan untuk kita. Who knows?

Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Ada masanya sayapun merasa jadi pecundang saat saya melihat list 30 under 30 Forbes. Atau saat saya melihat teman saya sudah bisa punya rumah mevvah beserta isinya, atau teman lain yang tiap minggu pergi plesiran kemana mana dan kayaknya kalau belanja lihat nama barang bukan tag harga. Sementara kita? ya gitu…haha

Yang selalu kita perlu sadari adalah kita gak pernah tahu “dapur” orang kaya gimana

Ternyata teman yang udah punya rumah mevvah dan mobil usahanya malah bangkrut karena miskalkulasi dan sekarang dikejar sama Bank dan beberpa rekan bisnisnya karena dana modal yang menggantung.

Ternyata teman saya yang plesiran tiap minggu menyambangi hotel mewah dan setiap minggu bisa belanja tanpa limit sedang berada dalam situasi sulit karena belum juga memiliki buah hati setelah beberapa kali melakukan bayi tabung.

Ternyata teman saya yang bisa beli ini itu memang usahanya maju dan dia kebetulan anak orang berada jadi makin makinlah ia kaya raya karena berhasil upscaling asetnya setelah dua kali bangkrut di usaha berbeda.

Intinya kita gak pernah tahu isi dapur orang lho…perjuangannya berdarah darahnya. Selalu ingat tuhan menguji umatnya dengan berbagai cara.

Stop untuk judge tanpa diminta karena bisa jadi satu saat kamu dihadapkan pada pilihan sulit yang sama dan mengambil jalan yang sama dengan orang yang kamu cibir.

Kompetitif dan sirik itu hal manusiawi, dan sosial media itu tempat berbagi.

Sharing soal masalah, kamu bilang drama sharing berita bahagia dibilang pamer, jadi maunya apa toh?
Maka dari itu bisa jadi kita lho netizen yang otak dan hatinya yang perlu berbenah.

Saat kita tear someone down, bisa jadi hal ini adalah proyeksi dari kekecewaan diri karena kita ingin menjadi orang yang dielu elukan tersebut, yang dianggap berhasil tersebut.

Mulai sekarang coba cari arti bahagia untuk diri kamu sendiri 🙂

SEEK FOR HELP

Bukan cuma abege lho yang perlu bimbingan BK tapi kita seumur hidup.

Saya sendiri pernah mengalami masa dimana kebingungan menghadapi masalah rumah tangga dan utamanya bingung mau ngomong dan tanya ke siapa apa yang harus saya lakukan karena saya ga punya pengalaman menghadapi masalah pernikahan. Katanya masalah rumah tangga aurat tapi saya stres karena bingung apa yang harus dilakukan.

Atau saat kamu ditinggal nikah sama mantan. Emang ga frustasi?memang gak sakit?

Atau saat teman yang dulunya biasa aja kok sekarang kariernya bagus sementara kita kayaknya biasa aja? gini aja?

Selalu akan ada fase kita ragu sama diri sendiri.

Dan salah satu cara yang menurut saya paling ampuh adalah mencari bantuan kepada yang betul betul bisa membantu, profesional jika perlu.

Kamu bisa banget baca buku self help contohnya

Suka Suka Teppy

 

Am I There Yet

atau bisa ambil sesi konseling sama psikolog just want to hear her second opinion tanpa takut rahasia kamu bocor atau ada baper setelahnya dari orang yang kamu ceritakan.

Do whatever you need to heal and happy

BERDAMAI DENGAN MASA LALU

Kita akan selalu membuat kesalahan bodoh dalam hidup.

Semisal gak serius kuliah sehingga kita berhenti ditengah jalan
Keluar dari pekerjaan yang sekarang perusahaannya ternyata besar
Menolak lamaran seorang pria yang ternyata sekarang hidup bahagia sedangkan kamu terdampar dalam hubungan tak jelas.

Akan selalu ada “kesalahan” yang kita lakkan dan mungkin itu cara tuhan untuk mempersiapkan kita untuk menghadapi jalan hidup yang lebih baik.

Saya ingat banget lho satu cerita Nabi Isa saat kajian mingguan di rumah mama (ini maaf ya saya ambilnya dari perspetif agama saya)

Seperti kita tahu salah satu mukzijat Nabi Isa adalah menghidupkan orang meninggal. Pada satu riwayat ada seorang Ibu yang mendatangi Nabi Isa dan meminta beliau untuk mengidupkan suaminya yang telah meninggal. Suami yang dulu amat dia cintai dan hidup bahagia dengannya. Sebelum mengabulkan permintaan si Ibu, Nabi Isa memperingatkan terlebih dahulu “Jika setelah dihidupkan ternyata kehidupan ibu tidak seperti ekspektasi apakah tidak mengapa?”

Si ibu keukeuh ingin suaminya hidup lagi karena ingin kembali hidup bahagia.
Akhirnya Nabi Isa mengabulkan permintaan si ibu tersebut dan menghidupkan kembali suami sang ibu, bebrapa bulan kemudian ibu ini kembali kepada Nabi isa mengaku menyesali permintaannya dulu dan meminta Nabi Isa mencabut nyawa suaminya. Nabi Isa tentu menolak karena urusan mencabut nyawa adalah hak Allah. Ternyata setelah dihidupkan suami si ibu sekrang berubah perangai menjadi pemabuk yang ringan tangan. Ternyata Allah mencabut usia sang suami lebih awal karena tahu saat suaminya hidup hingga usia tertentu maka hal ini akan terjadi.

Intinya saya menangkap bahwa kadang Allah memberikan takdir pahit pada kehidupan kita dengan maksud baik, melindungi kita dari hal yang lebih buruk dan memberikan hal yang lebih baik di masa depan sebagai ganti.

Namun prosesnya sering menyakitkan dan membuat kita bahkan sering ingin menyerah dan bertanya “Why Me?”

Jadi mulai sekarang cobalah berdamai dengan hal hal di masa lalu dan fokus pada masa depan. Biarkan apa yang sudah terjadi menjadi cerminan dan pelajaran.

Beberapa hal yang saya bagikan semoga bisa membantu teman teman yang berkenan membaca dan kebetulan mengalami hal yang sama dalam bagian kehidupan kalian.

Apakah dengan menjalankan apa yag saya bilang kemudian kamu akan berhasil melewati krisis hidup?
Hmmhhh bisa jadi iya bisa juga nggak. tergantung diri kamu sendiri.

Masalah akan berhenti menghampiri kita saat kita berhenti bergerak, saat kita sudah mati tak bernyawa. Karena hidup seyogyanya tentang mentalitas dan daya juang.

Satu keinginan yang hampir setiap orang nyatakan selama hidupnya, ingin hidup bahagia dan sukses.
Tapi penjabarannya amat jamak.

Untuk kaum pengusaha bahagia dan sukses adalah saat usahanya bisa meraksasa dan mendunia dan profit yang begitu besar mulai mengalir tanpa henti.
Untuk kaum intelektual bahagia dan sukses adalah saat mereka bisa menyelesaikan penelitian dan menyelesaikan studi pada tingkatan tertentu
Untuk mereka yang setia mengabdi sukses dan bahagia adalah saat mereka bisa menyelesaikan tugas dengan baik tanpa cela dan berkumpul dengan orang tercinta.

Jadi arti sukses dan bahagia bagi setiap orang amat berbeda, tidak selalu mengenai materi ataupun prestasi.

Semoga sharing kali ini bisa membantu kamu dalam proses menjawab pertanyaan hidup kamu, saya pun masih kok dalam proses berjuang menghadapi krisis yang saya hadapi.

TIdak setiap keputusan orang lain atau apa yang tertulis di buku adalah yang terbaik untuk kita. Tapi setidaknya dengan mencari cara beban kita dalam memutuskan akan lebih ringan.

Big Life Decision Bandung Hijab Blogger

Dan by the way, tulisan kali ini adalah kolaborasi keempat saya bersama Bandung Hijab Blogger. Ada banyak tulisan keren yang dibuat teman teman blogger lainnya yang bisa kamu baca juga lho…

Selamat menempuh hidup baru….

Salam Hangat,

Yesi Haerunsia

14 Comment

  1. Baca tulisan teteh kali ini rasanya ditampar banget,dan serasa sadar banget apa yang diri sendiri sudah dilakukan,dan apa yang harus dilakukan kedepannya tentang cara berpikir untuk mendapatkan yang lebih positif.

    Sukses terus ya Teteh Geulis yang selalu jadi idola saya dari kecil hingga saya berumur segini.

  2. Beberapa fase diatas udah aku alamin teh, dan setuju banget kalau apapun keputusan yang kita ambil itu tidak ada benar dan salahnya. Jangan pernah menyesal dengan keputusan yang sudah diambil 😉

  3. Related banget artikelnya. Kayaknya semua kealami tp kayaknya itu emang harus dilewati. Emang salah satu tahap pendewasaan ya teh. ♡

  4. Hhh.. Baca tulisan teh Yesi, langsung tarik nafas dalam-dalam aku. Beberapa masalah di atas masih ada yang aku alami, terutama soal rumah tangga. Iya bener, katanya persoalan rumah tangga itu aib, tapi aku teh pengen curhat tapi ke siapa heuheu.

  5. suka pada tulisan di poin “berdamai dengan masa lalu”. Ini adalah langkah awal untuk berubah dan maju. Selama kita belum dapat berdamai dengan masa lalu, akan menilai masa depan selalu suram. Makasih teh sharingnya, tambahan wawasan buat aku 🙂

  6. Berdamai dengan masa lalu dan tidak membanding-bandingkan kayaknya ini yang masih harus aku pelajari. Kadang ngebandingin itu tuh yang suka bikin nyesek. Padahalkan kita ga tau yah teh kehidupan orang lain. Noted teh semua pointnya

  7. Usia 25 itu emang usia krisis banget ya. Masa dewasa nanggung yang sering bikin kita berpikir kembali mengenai setiap keputusan yang diambil. Aku pribadi cukup sulit untuk keluar dari tahap ini. Semoga bisa.

  8. Aku yang lagi ngalamin krisis ini masih galau buat ambil keputusan yang kayak berat. Masih berasa takut untuk ngadapinnya. Semoga aku bisa untuk ngambil keputusan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *